Kamis, 23 Februari 2017

KENAPA ILMUNYA SELANGIT TETAPI BELUM MAMPU MEMAHAMI AYAT ALLAH?




SEBABNYA MEREKA TIDAK MENGENAL PARA IMAM YANG DIUTUS ALLAH PASKA KEWAFATAN RASULULLAH SAWW SEBAGAI PERPANJANGAN KEIMAMAHAN BELIAU AGAR UMMAH TIDAK SESAT PASKA KEWAFATANNYA

Angku di Awegeutah, Tampokdjok
Acheh - Sumatra
di
Ujung Dunia




Bismillaahirrahmaanirrahiim

terjemahan 1
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai temanmu ( بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ) dimana mereka beraliansi satu-sama lainnya. Barangsiapa diantara kamu me ngambil mereka menjadi teman maka sesungguhnya orang tersebut men jadi golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepa da orang-orang yang zalim" (QS, 5: 51)

terjemahan 2
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mere ka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (QS, 5: 51)

Ayat 51 surah al Maidah itu adalah fenomena kafir Harbi, makanya kaum muslimin dilarang Allah untuk berkawan setia sebab mereka beraliansi satu sama lainnya. Kalaupun ada kaum muslimin yang melanggar larangann Allah, mereka tidak lagi termasuk golongan muslim. Yang perlu kita pertanyakan apakah Allah melarang kaum muslimin berkawan setia kepada semua Nasrani dan Yahudi? Jawabannya pasti “Tidak”.

Silakan lihat ayat 82 dimana ayat tersebut adalah fenomena non Moslem yang Jimmi. Inilah yang masih banyak kaum muslimin belum memahaminya hingga salah kaprah ketika ada non Moslem yang baik dilarang berteman, dilarang memilih sebagai pemimpin macam kasus Gubernur di Jakarta. Padahal Ahok itu bukan kafir Harbi yang dilarang di ayat 51 tetapi Ahok non Moslem yang Jimmi yang dibenarkan untuk kita pilih sebagai pemimpin kecuali ada pemimpin Muslim yang sama macam Ahok yang sudah terbukti memimpin kaum muslimin secara Islami.

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras per musuhan nya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesung guhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya ka mi ini orang Nasrani". Hal itu disebab kan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena se sungguhnya mereka tidak menyombongkan diri" (QS. Al Maidah: 82)

Prediksi saya Ahok sukar masuk Islam kalau beliau melihat pe nampilan kaum mus limin lebih rendah nilainya dibandingkan non Moslem yang Jimmi. Padahal itu bukan fenomena Muslim benaran tetapi Muslim KTP alias munafikun. Pantasin seorang non Moslem yang sudah menjadi Muslim masih saja keliru sepakterjangnya disebabkan sesungguhnya mereka belum mene mukan Islam murni higga salah kaprah saat menjadin saksi kasus Ahok. (baca Irene Handoko, ex Biarawati)
Kenapa kita kaum muslimin harus memilih Ahok?

Sebab pemimpin yang lain dari Ahok adalah Islam KTP, dimana setelah disumpah dengan kitab Qur-an, langsung korupsi alias mencuri harta ke kayaan negara yang secara Islam adalah milik Rakyat seluruhnya. Anies Baswedan yang dicalonkan untuk menggeserkan Ahoik juga termasuk Is lam KTP, konon pula yang lainnya. Ini memang tidak dapat dilihat de ngan kacamata syar'i tetapi dengan kacamata Ideology. Islam. Andaikata Anies sadar, pasti dia tidak mau merebut posisi Ahok yang sudah benar tetapi mencari calon Gubernur kawasan lainnya agar Indonesia ke depan menja di milik Rakyat bukan milik penguasa /pejabat

Justeru itu mereka mengunakan al Maidah ayat 51 untuk menggeser Ahok agar mereka aman melakukan praktek korupsi. Ironisnya mereka yang bercokol di lembaga MUI pun bekerjasama dengan para pemimpin yang korup itu.

Fenomena tersebut sudah lama terjadi di Indonesia hingga banyak para Alim yang membe la pemimpin Islam KTP untuk menjadi pemimpin mere ka. Ketika Jokowi dan Ahok muncul para koruptor yang mayoritas adalah pemimpin disetiap jajaran dan juga di lembaga Legis latif, Eksekutif dan Yudikatif, merasa terhina dan terbongkar kepalsuan mereka. Makanya me reka yang merasa rugi berdaya upaya untuk menyingkirkan Ahok dan Jokowi, namun tidak berhasil disebabkan warga Jakarta sudah sadar kemunafikan para pemimpin yang korup itu.

Sebagai penutub, sebaiknya pembaca meneliti juga ayat 69: “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS, 5, 69)

https://achehkarbala.blogspot.no/…/islam-itu-tidak-cukup-di…

Andaikata saya berada di posisi Ahok, juga akan saya katakan bahwa kalian jangan sampai dibohongi pakai al Maidah ayat 51, dimana para penghuni lembaga MUI saja tidak paham tafsir yang benar, konon pula alimpalsu lainnya macam AA Gym yang berbicara ngaur di TV one, dimana Qarni Ilyas sebagai moderatornya.


Billahi fi sabililhaq
Angku di Awegeutah, Tampokdjok
Acheh - Sumatra
di Ujung Dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar