Kamis, 23 Februari 2017

KENAPA ILMUNYA SELANGIT TETAPI BELUM MAMPU MEMAHAMI AYAT ALLAH?




SEBABNYA MEREKA TIDAK MENGENAL PARA IMAM YANG DIUTUS ALLAH PASKA KEWAFATAN RASULULLAH SAWW SEBAGAI PERPANJANGAN KEIMAMAHAN BELIAU AGAR UMMAH TIDAK SESAT PASKA KEWAFATANNYA

Angku di Awegeutah, Tampokdjok
Acheh - Sumatra
di
Ujung Dunia




Bismillaahirrahmaanirrahiim

terjemahan 1
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai temanmu ( بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ) dimana mereka beraliansi satu-sama lainnya. Barangsiapa diantara kamu me ngambil mereka menjadi teman maka sesungguhnya orang tersebut men jadi golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepa da orang-orang yang zalim" (QS, 5: 51)

terjemahan 2
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mere ka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (QS, 5: 51)

Ayat 51 surah al Maidah itu adalah fenomena kafir Harbi, makanya kaum muslimin dilarang Allah untuk berkawan setia sebab mereka beraliansi satu sama lainnya. Kalaupun ada kaum muslimin yang melanggar larangann Allah, mereka tidak lagi termasuk golongan muslim. Yang perlu kita pertanyakan apakah Allah melarang kaum muslimin berkawan setia kepada semua Nasrani dan Yahudi? Jawabannya pasti “Tidak”.

Silakan lihat ayat 82 dimana ayat tersebut adalah fenomena non Moslem yang Jimmi. Inilah yang masih banyak kaum muslimin belum memahaminya hingga salah kaprah ketika ada non Moslem yang baik dilarang berteman, dilarang memilih sebagai pemimpin macam kasus Gubernur di Jakarta. Padahal Ahok itu bukan kafir Harbi yang dilarang di ayat 51 tetapi Ahok non Moslem yang Jimmi yang dibenarkan untuk kita pilih sebagai pemimpin kecuali ada pemimpin Muslim yang sama macam Ahok yang sudah terbukti memimpin kaum muslimin secara Islami.

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras per musuhan nya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesung guhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya ka mi ini orang Nasrani". Hal itu disebab kan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena se sungguhnya mereka tidak menyombongkan diri" (QS. Al Maidah: 82)

Prediksi saya Ahok sukar masuk Islam kalau beliau melihat pe nampilan kaum mus limin lebih rendah nilainya dibandingkan non Moslem yang Jimmi. Padahal itu bukan fenomena Muslim benaran tetapi Muslim KTP alias munafikun. Pantasin seorang non Moslem yang sudah menjadi Muslim masih saja keliru sepakterjangnya disebabkan sesungguhnya mereka belum mene mukan Islam murni higga salah kaprah saat menjadin saksi kasus Ahok. (baca Irene Handoko, ex Biarawati)
Kenapa kita kaum muslimin harus memilih Ahok?

Sebab pemimpin yang lain dari Ahok adalah Islam KTP, dimana setelah disumpah dengan kitab Qur-an, langsung korupsi alias mencuri harta ke kayaan negara yang secara Islam adalah milik Rakyat seluruhnya. Anies Baswedan yang dicalonkan untuk menggeserkan Ahoik juga termasuk Is lam KTP, konon pula yang lainnya. Ini memang tidak dapat dilihat de ngan kacamata syar'i tetapi dengan kacamata Ideology. Islam. Andaikata Anies sadar, pasti dia tidak mau merebut posisi Ahok yang sudah benar tetapi mencari calon Gubernur kawasan lainnya agar Indonesia ke depan menja di milik Rakyat bukan milik penguasa /pejabat

Justeru itu mereka mengunakan al Maidah ayat 51 untuk menggeser Ahok agar mereka aman melakukan praktek korupsi. Ironisnya mereka yang bercokol di lembaga MUI pun bekerjasama dengan para pemimpin yang korup itu.

Fenomena tersebut sudah lama terjadi di Indonesia hingga banyak para Alim yang membe la pemimpin Islam KTP untuk menjadi pemimpin mere ka. Ketika Jokowi dan Ahok muncul para koruptor yang mayoritas adalah pemimpin disetiap jajaran dan juga di lembaga Legis latif, Eksekutif dan Yudikatif, merasa terhina dan terbongkar kepalsuan mereka. Makanya me reka yang merasa rugi berdaya upaya untuk menyingkirkan Ahok dan Jokowi, namun tidak berhasil disebabkan warga Jakarta sudah sadar kemunafikan para pemimpin yang korup itu.

Sebagai penutub, sebaiknya pembaca meneliti juga ayat 69: “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS, 5, 69)

https://achehkarbala.blogspot.no/…/islam-itu-tidak-cukup-di…

Andaikata saya berada di posisi Ahok, juga akan saya katakan bahwa kalian jangan sampai dibohongi pakai al Maidah ayat 51, dimana para penghuni lembaga MUI saja tidak paham tafsir yang benar, konon pula alimpalsu lainnya macam AA Gym yang berbicara ngaur di TV one, dimana Qarni Ilyas sebagai moderatornya.


Billahi fi sabililhaq
Angku di Awegeutah, Tampokdjok
Acheh - Sumatra
di Ujung Dunia

Sabtu, 18 Februari 2017

INILAH YANG DAPAT KULAKUKAN UNTUK MEMBELA KAUM MUSTADH’AFIN INDONESIA, WEST PAPUA DAN ACHEH – SUMATRA






SEMUA RASUL ALLAH KECUALI ADAM
DIUTUS UNTUK MEMBEBASKAN KAUM MUSTADH’AFIN
DARI BELENGGU YANG MENIMPA KUDUK-KUDUK MEREKA
. TUGAS INI DITERUSKAN PARA IMAM DAN PARA ULAMA WARASATUL AMBYA’
SEDANGKAN PARA BAL’AM BERSEKONGKOL DENGAN PENGUASA DESPOTIK UNTUK MENINABOBOKK AN KAUM MUSTADH’AFIN DI SELURUH DUNIA

Angku di Tampokdjok, Awegeutah
Acheh – Sumatra
Di
Ujung Dunia




Bismillaahirrahmaanirrahiim:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (TQS al-Baqarah [2]: 208-209).



Mari Kita ber-Amarmakruf dan Nahi Mungkar di Indonesia

Darimana kita mulai?
Dari kemanusiaan. 

Ada 2 kutub kemanusiaan di Dunia sejak Allah menjadikan WakilNya di muka Bumi yaitu kutub Habil dan kutub Qabil. Kenapa kita musti mulai dari Habil dan Qabil? Sebab kaum Mustadhafin terkecoh pikirannya oleh penampilan manusia yang berpakaian Islam tetapi berhati Iblis. Mereka menggunakan ayat-ayat Allah sekedar untuk mengelabui kaum Mustadhafin hingga terpana dengan ajaran agama yang dibawa para Ulama gadongan yang bercokol di lembaga MUI.

Lembaga Bal-‘am tersebut mulai zalim pada zaman Suharto untuk melanggingkan kekuasaannya. Justeru itulah Kekuasaan Suharto lama bertahan disebabkan mendapat support kuat dari para Bal’am. Qabil ala Suharto dilengserkan Amin Rais cs tetapi sayangnya Amin Rais tidak cukup pintar dalam berpolitik dan Agamanyapun cendrung masuk perangkap para Bal’am. Akibatnya walaupun Suharto sudah lengser, persekongkolan Fir’un, Karun, Hamman dan Bal’am masih saja bertahan hingga kaum Mustadhafin tetap tidak terbebaskan dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka. Sayang Amin Rais sendiri di zaman Jokowi yang sedang meniti jejak Habil, berseberangan sepakter jang dengan nya.

Salah satu pengikut Qabil yang sangat kental paska Suharto adalah Yudoyono. Dizamanya KPK yang bertugas untuk memberantas Korupsi, diancam dengan penjara dan bahkan dihabisi dengan rekayasa. Antasari Azhar direkayasa hingga masuk penjara, demikian juga Abraham Samad tidak luput dari sandiwara yang dimainkan  Yudhoyono, walaupun kebanyakan kaum mustadhafin belum mampu mendeteksinya. Insya Allah mereka akan memahaminya saat Antasari Azhar membuka kedok Yudhoyono secara transparan. Alhamdulillah kita sudah memahaminya sebelum Antasari membongkarnya disebabkan sepakterjang dari persekongkolan Firun, Karun Hamman dan Bal’am telah lama kita dalami via Ideolog-ideolog yang brilliant, dimana mereka menimba ilmu dari Abu Dzar Ghifari, Salman Al Farisi dan Al Miqdad (baca Sahabat Rasulullah yang paling setia).

Sejak terbunuhnya putra Nabi Adam yang bernama Habil, Agama Nabi Adam dipelintir oleh Qabil yang durhaka. Qabil pembunuh manusia di awal sejarah kemanusiaan merekayasa Agama ayahnya hingga pengikutnya meyakini bahwa itulah agama Nabi Adam dan Siti Hawa.  Agama dalam bentuk yang rusak secara horizontal menambah rujam dengan rusak juga secara vertical di zaman Namrud. Lalu Allah menurunkan Nabi Ibrahim untuk meluruskan kembali agamaNya. Setelah Nabi Ibrahim berpulang kerahmatullah, muncullah Fir’un, Karun Hamman dan Bal’am, dimana persekongkolan mereka diabadikan di Mina (Baca Jamaratul ‘ula, Jamaratul Wus’a dan Jamaratul ‘Aqaba), Hamman disatukan dengan Karun. Lalu Allah swt memunculkan Nabi Musa dan Harun untuk meluluhlantakkan sepakterjang Fir’un, Karun, Hamman dan Bal’am). Sayangnya Bani Israel yang diselamatkan Musa dan Harun, dengan mudahnya masuk perangkap Samiri hingga agama Allah dipalsukan kembali sampai hari ini.

Bal’am inilah yang mempengaruhi manusia agar bekerjasama dengan penguasa Zalim di seluruh dunia. Kita tidak berbicara di negara-negara yang mayoritas penduduknya non Islam tetapi persekongkolan yang perlu kita ungkap adalah di negara-negara yang mayoritas penduduknya mengaku beragama Islam, agar kaum mustadhafin sadar bahwa agama Allah yang murni tidak lagi diikuti Penguasa dan ulama Bal’am tetapi agama yang mereka anut adalah agama Qabil. Itulah sebabnya secara ideology mereka disebut manusia Kutub Qabil, bukan manusia Kutub Habil.

Islam dan Negara tidak dapat dipisahkan. Tanpa negara yang benar Agama akan rusak dibawah persekongkolan Penguasa dan Ulama Bal’am. Tanpa Negara yang bebas dari sepakterjang Penguasa Zalim dan Bal’am, kaum mustadhafin akan menjadi menderita di Dunia dan bahkan di Akhirat juga bagi kaum mustadhafin yang mengikuti agama Ulama Bal’am/agama Qabil. Qabil juga mengaku beragama “Islam” tetapi siapapun yang melawan kebijaksanaannya akan dibunuh walaupun sauda ranya sendiri, apalagi orang lain.

Semua Rasul kecuali Adam, diutus Allah untuk membebaskan kaum mustadhafin dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (QS,7:157 & QS, 90:12-18). Ulama gadonganlah yang menjauhkan kaum mustadh’afin dari pembendaharaan dunia. Dalam pandangan Islam Murni, Negara adalah milik Rakyat bukan milik penguasa atau pejabat. Justeru itu kekayaan Negara juga milik Rakyat bukan milik penguasa dan pejabat. Disaat kaum mustadhafin dituduh bersalah tidak bekerja dengan rajin oleh kaki tangan penguasa zalim, kebanyakan kaum mustadhafin mengiyakannya tanpa memahami kenapa mereka menjadi malas. Kalau Rasul Allah diutus untuk membebaskan kaum mustadhafin dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduknya, otomatis yang namanya Ulama benaran (Ulama Warasatul Ambia’) juga bertugas untuk membela kaum mustadhafin, bukan seperti Bal’am, bersatu dengan penguasa zalim untuk meninabobokkan kaum mustadh ‘afin.

MUI dizaman Yudhoyono tidak berbeda dengan MUI di zaman Suharto. Kini ketika Jokowi dan Ahok cs mulai menempuh jejak manusia Habil, mereka yang bercokol di lembaga MUI tersebut mulai berseberangan jalan dengan Jokowi dan Ahok cs. Yang paling ketara adalah, ketika Ahok sedang mengikuti "jejak Habil" untuk membebaskan kaum Mustadhafin Jakarta dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka. Namun lihatlah bagaimana para Bal’am yang bercokol di lembaga MUI, berdaya upaya uantuk memfitnah Ahok hingga berhasil memaksanya berurusan dengan para Hakim atas tuduhan penistaan agama. Andaikata pembaca memiliki sedikit saja ideology Islam murni, pastilah anda memahami benarnya literatur "Angku di Tampokdjok Awegeutah" ini.

Disamping sepakterjang para Bal’am tersebut amatilah apa yang sedang terjadi dalam proses pemilihann kepala daerah DKI tahun 2017 ini. Putaran pertama Ahok – Jarot masih unggul dari paslon nomor 1 dan 3, namun yang dilupakan oleh sebahagian penduduk DKI adalah usaha licik tokoh-tokoh yang bekerjasama dengan para Bal’am untuk menggulingkan Ahok via putaran ke 2. Apabila hal ini berhasil, usaha yang sama akan ditujukan kepada Jokowi cs. Apabila sepakterjang mereka berhasil, tamatlah riwayat Indonesia yang sedang menapaki jalam manusia Habil dan kembali Qabil-qabil bergentayangan di seluruh Indonesia, termasuk Papua dan Acheh – Sumatra, negeri Angku di Tampokdjok. Para pecinta kebenaran akan dipaksakan masuk penjara dan para Koruptor tetap langgeng di Nusantara ini tanpa waswas, kecualin tiba saatnya kemunculan Imam Mahdi al Muntazhar dan Nabi Isa bin Maryam untuk memimpin Dunia seluruhnya secara adil. Mungkin saat tersebut kebanyakan kita tidak sempat menyaksikannya disebabkan umur kita sendiri yang sudah berakhir.

Disebabkan Yudhoyono sudah kalah dalam pilkada anaknya, dia mulai menggempur Ahok, bersatu dengan Prabowo yang sama sepakterjangnya dengan Suharto. Rakyat Indonesia dapat melihat di video dibawah ini, bagaimana «pagi-pagi» benar sudah mulai merapatkan barisan dengan calon yang diusung para Bal’am lainnya yaitu Anie Baswedan – Uno. Anies ini memakai peci untuk mengelabui kaum mustadfhafin. Sebagaimana kita katakan sebelumnya bahwa andaikata rakyat Jakarta secara mayoritas mengikuti para Ideolog Islam Murni, pasti sadar bahwa dibelakang Anies yang lugu itu adalah Prabowo, Qabil yang juga memakai peci macam Suharto. Sepertinya mayoritas rakyat Indone sia masih kabur pandangan mereka saat berhadapan dengan Prabowo dan Yudhoyono yang ber bahaya bagi mkaum mustadhafin itu. Justeru itulah kita ingatkan sebagai dakwah untuk membe baskan kaum Mustadhafin Indonesia, West Papua dan Acheh – Sumatra dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka dalam hidupnya. Semoga kaum mustadh’afin dimanapun mereka berada sadar bahayanya mengikuti sepakterjang para Bal’am dengan ideology Qabil, bukan ideology Habil. Apabila mereka sadar Ahok - Jarot pasti menang dan Kaum mustadhafin akan mendapat angin segar, bukan saja di Jakarta tetapi juga insya Allah, West Papua dan Acheh –Sumatra.

Literatur singkat ini kita tutup dengan ayat Allah:
“Orang-orang yang zalim itu kelak akan tahu,

kemana mereka akan kembali“ (QS, Asy-Syuara: 227)

Billahi fi sabililhaq
Angku di Awegeutah Tampokdjok
Acheh – Sumatra

Di Ujung Dunia

Selasa, 07 Februari 2017

ISLAM ITU TIDAK CUKUP DIPAHAMI DENGAN KACAMATA SYAR’I TETAPI JUGA DENGAN KACAMATA IDEOLOGI, PHILOSOFI DAN ESENSI/HAKIKAT








SYAHID DR ‘ALI SYARI’ATI MENIMBA ILMU DALAM JUBAH ABU DZAR GHIFARI
YANG BUKAN SIAPA - SIAPA KECUALI MURID SETIA RASULULLAH DAN AHLULBAYTNYA
SAYA JUGA MENIMBA ILMU DARI SUMBER YANG SAMA
ILMU INI MENGANDUNG MUATAN HIKMAHNYA ISLAM
BUKAN SOFIANYA YAHUDI DAN NASRANI
DAN JUGA BUKAN NIRWANANYA HINDU DAN BUDHA

hsndwsp
Acheh - Sumatra
di
Ujung Dunia




 Bismillaahirrahmaanirrahiim

Di Indonesia sekarang para tokoh intoleran dan tidak berwawasan kemanusiaan serta terperangkap dalam pembelaan para koruptor baik secara sengaja atau tidak, telah menggunakan isue penodaan agama dan isue PKI untuk menggulingkan pemerintah Jokowi dan Ahok. Andaikata para hakim Indonesia dan segenap jajarannya masih orang-orang yang tidak memahami esensi keadilan dan agama Islam, besar kemungkinan Indonesia akan menjadi "Suriah dan Irak baru" yang menjadi medan perang Proxy.

Secara ideology, MUI yang membiarkan kaum mustadhafin hidup terlunta-lunta dan tidak memprotes saat penggusuran mereka di priode Suharto dan Yudhoyono adalah penoda agama terberat disisi Allah tetapi secara syar’i ala MUI tidak dianggap penodaan agama.

Ahok yang menolong kaum mustadhafin Jakarta dituduh menodai agama oleh syari’t ala Indonesia yang notabenenya adalah ajaran para Bal’am di lembaga MUI. Persekongkolan antara penguasa zalim (Jamaratul ‘ula), Karun (Jamaratul wus’a) dan Bal’am (Jamaratul ‘aqaba) di zaman Suharto dan Yudhoyono akan menghambat kesadaran Rakyat Indonesia untuk menggapai kesadarannya dalam beragama kecuali rakyat yang benar-benar memahami Esensi beragama, hingga pada merekalah Indonesia berkemungkinan menggapai secercah harapan.

Kini geleran Megawati yang dituduh menodai agama dan juga dituduh bekerjasama dengan PKI. Mungkin saja berikutnya tuduhan yang sama akan dialamatkan kepada Jokowi. Kendatipun kita pahami bahwa  DPR di Indonesia zaman Suharto dan Yudhoyono adalah Dewan Penipu Rakyat bukan Dewan Pembela/Perwakilan Rakyat tetapi sepertinya di zaman Jokowi – Ahok sekarang, DPR Indonesia sudah menampakkan kesadarannya untuk mewakili Rakyat via kepemimpinan Jokowi dan Ahok.

Secara Ideologis, Philosofis dan Esensi/Hakikat, apa saja aplikasi yang bertentangan dengan petunjuk Allah serta merugikan kemanusiaan adalah penodaan agama. Muslimah yang tidak tutup auratpun adalah penoda agama menurut Allah tetapi menurut  ajaran Bal’am di lembaga MUI itu tidak dianggap menodai agama makanya mayoritas penyiar  TV Indonesia tidak menutup auratnya. Ajaran MUI inilah yang saya maksudkan "Shiratal Mustaqim palsu" dimana ajaran tersebut bagaikan 2 sisi mata uang, yang satu bertuliskan nama Allah dan sisi lainnya bertuliskan Taghut. Orang beriman melihat sisi Taghutnya sedangkan orang awwam yang mengikuti bal’am hanya melihat sisi Allahnya saja. Dalam situasi seperti ini manusia membutuhkan para Ideolog yang berwajah merah bukan para Ilmuwan yang berwajah pucat.

Korupsi  adalah penodaan  agama terberat walaupun mendapatkan  legitimate undang-undang sekali pun. Itulah sebabnya Rasulullah saww memilih hidup sederhana kendatipun Allah memperkenalkan beliau kerajaan macam Nabi Sulaiman tanopa mengurangi haknya sedikitpun di Akhirat nanti. Kenapa Rasulullah tidak menerima kesenangan macam Nabi Sulaiman? Agar  pemimpin sepening galnya sadar bahwa kemewahan diatas penderitaan rakyat adalah suatu kezaliman dan pelakunya adalah penoda agama. Lalu kita bertanya-tanya bahwa diantara sekian banyak pemimpin yang mengaku diri semagai Muslim, mengapa baru Ahmadinejad  satu-satunya pemimpin yang tidak mau menerima gajinya dan bahkan tidak mau tinggal di Istana?  Gajinya dicukupkan sekedar honornya dari mengajar di suatu University. Apakah kita tidak mendapat undangan Allah untuk berpikir secara seksama dengan "fenomena seorang Ahmadinejad" agar kita terselamat dari api Neraka?

Yudhoyono dan seluruh pejabat yang hidup mewah serta para pencari kesenangan diatas penderitaan kaum mustadhafin adalah  penoda agama tereberat, bagaimana mungkin mereka merekayasa Ahok yang anti korupsi dan pembasmi korupsi di Indonesia bisa dipermainkan dan dituduh penista agama? Betapa zalimnya para Hakim dan segenap pihak yang beraliansi dengan para hakim  andaikata Ahok dipersalahkan dalam vonisnya nanti. Semoga para hakim priode Jokowi ini sudah berobah sebagaimana para tentara dan polisi. Hanya inilah harapan kita bersama Jokowi dan Ahok.

Ketika Indonesia menzalimi Rakyat Acheh disebabkan mereka menuntut haknya dibawah pimpinan DR Hasan Muhammad Ditiro, Allah mengirimkan Tsunami untuk mengundang masyarakat Dunia agar bisa melihat apa yang terjadi di Acheh kala itu. Sebahagian penduduk Dunia mengirimkan dana dan bantuan berupa barang yang memenuhi gudang-gudang di pelabuhan Sumatera Utara. Namun barang tersebut tidak pernah sampai ketangan para kaum mustadhafin Acheh yang sedang ditimpa musibah. Sedangkan dana berupa uang habis dilahap para koruptor yang mendapatkan legitimate Yudhoyono. Salahsatunya yang terbesar adalah Kuntoro Mangkusubroto yang diangkat Yudhoyono dengan dalih merehabilitasi Acheh paska tsunami. Selain Kuntoro, Yudhoyono juga beserta tokoh Acheh palsu mendapat kecipratan dana tersebut. Inilah yang namanya korupsi yang mendapat legitimate, apakah pembaca hanya bisa melihat sebatas ini? Insya Allah akan kita lihat lebih luas lagi andaikata kita termasuk orang-orang yang berpikiran kritis (critical thinking ).

Sebagai contoh pemikir yang kritis, ideologis dan philosofis, marilah kita bahas fenomena budak-budak modern sementara budak-budak ortodoks dapat disaksikan dalam video berikut ini:

Video nabi Yusuf 33



Manakah fenomena budak-budak modern? 
Allah swt mengutus para RasulNya untuk melepaskan kaum mustadhafin dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (QS,7:157 & QS, 90:12-18).  Disamping itu para Rasul juga mengajarkan ummahnya tentang perkara halal dan haram (baca Hablum minallah dan hablum minannas).  Allah memfokuskan petunjukkNya pada hablum minannas (tidak menerima hablum minallah bagi hambaNya yang tidak berhablum minannas) Inilah agama 2 dymensi. Para Bal’am di lembaga MUI hanya berhablum minallah saja sedangkan hablum minannas mereka aplikasikan sebatas kulitnya saja (baca sekedar bersalaman pada hari raya haji dan shaum). Mereka tidak pernah tau kalau masih ada hari raya terbesar yang tidak disebabkan ibadah Haji dan shaum tetapi disebabkan perpanjangan keimamahan Rasulullah sendiri di Ghadirkhum agar ummahnya mampu mendeteksi Shiratal Mustaqim Murni/Sejati. Mengapa para Bal’am melalukan hanya sebatas tersebut?  Hal ini disebabkan mereka dan pengikut setianya tidak beragama secara benar (baca mereka hanya ber Shitatalmustaqim palsu). Akibat salah dalam berhablum minannas, maka dalam berhablum minallahpun rusak  secara otomatis.

Perlu digarisbawahi bahwa fi sabilinnas sama dengan fisabilillah. Bagaimana mungkin manusia hendak menolong Allah swt sedangkan manusia pasti tau bahwa Allah tidak butuh pertolongan dari makhlukNya. Sebaliknya manusia juga melihat ayat-ayatNya, Dia berkata bahwa barang siapa menolongNya, Dia akan menolong orang tersebut. Apakah kita terlalu sukar memahami maksud Allah di ayat-ayat tersebut?  Ketika kita menolong kaum mustadhafin bermakna kita telah menolong Allah. Inilah makna pemahaman manusia sejati yang beriman kepada Allah swt bukan sekedar memperbanyak Ibadah ritual saja (baca hanya berkhusuk sepi di relung-relung mesjid) sementara kaum mustadhafin yang merintih di gubuk-gubuk derita dalam hidupnya tidak ada yang mau menolong. Ketika ada pihak yang menolong mereka dan melenyapkan para koruptor (baca pencuri berdasi), sebahagian tokoh Indonesia beraliansi dengan para Bal’am, merekayasa agar orang tersebut dapat digulingkan dengan tuduhan penistaan agama. Adalah hal yang sama telah direkayasa terhadap setiap pimpinan KPK dengan persekongkolan "Fir’un, Karun dan Bal’am" huingga mereka yang benar berada di penjara dan yang salah bisa ketawaria.

Allah, Tuhannya kaum mustadhafin mengamanahkan kepada setiap orang yang berilmu agar menggunakann ilmunya untuk membebaskan kaum mustadhafin dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka tetapi para ilmuwan yang tidak beriman tanpa sadar bersedia menjadi budak-budak modern. Setelah mereka menamatkan pendidikannya, segera berbaris hampir disetiap kota-kota besar dunia agar mendapat tawaran yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Para pembeli budak modern menawarkan harga mereka yang aduhai. Yang pertama mengatakan bahwa kalau anda mau bekerja pada perusahaan saya akan menerima gaji yang besar. Lalu datang pembeli kedua mengatakan bahwa siapa yang bekerja pada saya disamping gaji yang tinggi juga rumah mewah. Kemudian datanglah pembeli ketika mengatakan bahwa dia sanggup memberikan gaji yang tinggi, rumah mewah dan kenderaan yang luck. Akhirnya para budak modern tersebut termangut-mangut memilih tuannya yang sanggup memberikan segalanya yang aduhai dan lupalah mereka pesan Allah untuk menolong kaum mustadhafin, sebaliknya hanya memikirkan keluarganya, berhablum minallah secara salah dan selalu berdo’a agar gajinya dinaikkan setiap tahun serta karirnya meningkat tajam. Untuk tercapai kehendaknya mereka siap melakukan apa saja demi menggapai tujuannya termasuk mempertuhankan atasannya. 


Kesimpulan:
Apa saja yang melanggar aturan agama yang haq adalah kezaliman dan setiap kezaliman adalah penodai agama. Bal’am yang bercokol di lembaga MUI adalah penempuh shIratalmustaqim palsu yang telah digoreskan Rasulullah diatas pasir dengan goresan yang lurus dan tebal tetapi dalam garis lurus dan tebal tersebut Rasulullah juga membuat garis kecil yang bergelombang bagaikan tumbuhan menjalar yang melingkari pohon petai. Mereka yang tidak kritis tidak mampu melihat garis kecil yang berkelok-kelok itu. Mereka yang menimba ilmu dari para Bal’am mengira itulah shiratal mustaqim hingga yakin benar bahwa mereka berada pada jalan yang lurus dalam "bahtera Taghut yang Zalim".



Billahi fi sabililhaq
hsndwsp

Di Ujung Dunia












Dengarkan suara Rausyanfikr Indonesia 
Jalaluddin Rahmat:










 Keteterangan Kuasa Hukum Sidang Ahok ke 9 Terkait 
Soal Penyadapan SBY dan Ma'ruf Amin-7 Februari 2017
Terbukti Said Aqil keliru memahami pernyataan Ahok






MENYAKSIKAN AHOK/BASUKI CAHAYA PURNAMA 


TSUNAMI DI ACHEH - SUMATRA


Sabtu, 21 Januari 2017

KAJIAN BIMA SAKTI SECARA KONTEKSTUAL BENAR TAPI SECARA TEKSTUAL MASIH PERLU KITA PERBAIKI






KOMEN KITA INI BUKAN UNTUK MENDISKREDITKAN PROPESSOR TERSEBUT TETAPI UNTUK MENYEMPURNAKAN KAJIAN BELIAU. SEMOGA BELIAU MENERIMA CATATAN PENTING SAYA INI





Ketika kita membela Ahok tidaklah berarti Ahok lebih Islami dari Muslim benaran tetapi Ahok lebih Islami daripada Islam KTP atau seluruh presiden Indonesia kecuali Jokowi. Dengan kata lain saya hendak mengatakan bahwa semua presiden Indonesia munafiq kecuali Jokowi dan BJ Habibi yang perlu digarisbawahi. Kemunculan Ahok, non Islam yang jujur, pintar, adil dan berani, mengundang rakyat Indonesia pada umumnya untuk berfikir bahwa bagaimana mungkin non Moslem lebih baik dari pada Moslem. Yang pasti Moslem lebih baik daripada non Moslem, kenapa yang kita saksikan kebalikannya? Apanya yang salah?  Disinilah kita diperintahkan Allah agar kaum muslimin benaran berpikir secara kritris ketika melihat fenomema yang menyelimet seperti ini. Saat kita berafala ta'qilun dan afala yatazakkarun, barulah kita mampu mengambil konklusinya bahwa Ahok lebih Islami dari pada Islam KTP bukan dari Islam benaran. Insya Allah nanti akan saya tunjukkan pemimpin yang Islami, hingga Ahokpun pasti mengaguminya. Semoga Ahok berkesempatan mempelajari literatur Islam murni, bukan yang sudah dipalsukan oleh pihak yang anti keluarga Rasulullah saww. Semoga akhirnya Ahok menjadi Muslim benaran hingga sempurnalahj kepemimpinannya di Indonesia kelak paska 2 priode kepemimpinan Jokowi.








SETIAP MU’MIN ADALAH MUSLIM TETAPI TIDAK SETIAP MUSLIM ADALAH MU’MIN.


Benar sekali apa yang dijelaskan Gurubesar Universitas Brawijaya ini, hanya sedikit yang musti kita perbaiki saat beliau mengatakan bahwa Abu Thalib bukan Muslim. Ini masuk perangkap orang-orang yang anti keluarga Rasulullah dimana mereka memfitnah Abu Thalib agar orang ramai belakangan meyakini keturunan Imam Ali pantas dijauhkan dari kepemimpinan Islam. Dengan fitnah itu pulalah Yazid masih dianggap Muslim kendatipun membunuh Imam Hussein dan keluarga Rasulullah lainnya. 

Hadist made in Abu Hurairah yang menyatakan kisah meninggalnya Abu Talib tidak sempat mengucapkan dua kalimah shahadah walaupun Rasulullah menuntunnye adalah palsu. Hadis palsu ini jugalah yang membuat Ahok keliru mengatakan bahwa Abu Talib sendiri tidak dapat hidayah, apalagi saya (kata ahok saat menceritakan pengakuan sebahagian rakyat Belitung dan juga rakyat  Jakarta bahwa sebenarnya Ahoklah yang Islam tetapi belum mendapat hidayah Allah). Ketika Abu Thalib meninggal, Abu Hurairah jauh dari kota. Anak cucu Imam Ali dan Fathimah Az Zahara serta keluarga Rasul Allah saw tidak pernah meragukan keimanan Abu Thalib.  

Di dalam Mazhab Ahli Sunnah dapat dibilang satu­satunya hadis yang meriwayatkan ‘kekafiran’ Abu Thalib adalah Abu Hurairah. Tetapi bagaimana ia dapat menyaksikan peristiwa mening galnya Abu Thalib sedang ia pada waktu itu berada di kampung Daus, Yaman, dan baru muncul di Madinah dan masuk Islam sepuluh tahun kemu dian, bagaimana mungkin dia mengetahui proses kematian Abu Thalib, pelindung Rasulullah yang nomorwahid? (Insya Allah nanti akan saya paparkan bahwa yang terbanyak memalsukan Hadist Rasulullah adalah Abu Hurairah, kemudian Abdullah bin Umar bin Khattab dan sahabat keliru lainnya di priode kekuasaan Muawiyah, motor product Hadist palsu). Justeru itulah kalau kita berdebat tidak pernah selesai sebab kebanyakan kitab yang dikarang para ahli di support dengan hadist palsu.

Keberanian Muawiyah meracuni Imam Hassan via isterinya, Ja’dah binti Asy’ats bin Qais al­Kindi, berpunca dari sebagian sahabat yang ambisius kepemimpinan berani menjauhkan pengganti yang telah ditunjuki Rasulullah di Ghadirkhum paska Haji Wada’, dari kedudukannya sebagai pemimpin. Mereka juga berani menghalangi Rasulullah untuk menulis wasiatnya saat beliau berada di katilnya (tragedi Hari Kemis). Sepakterjang mereka yang berani melawan Rasulullah dilanjutkan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan dan anaknya, Yazid bin Muawiyah (prototype Samiri), hingga berjuta Hadis dipalsukan untuk membenarkan mereka dan pengikutnya. Hal ini jugalah yang membuat muslim di zaman kita ini saling bermusuhan, sementara Muslim sejati pasti yang mengikuti tuntunan Allah swt dan RasulNya pasti berwawa san kemanusiaan (dengan non Muslim saja bersahabat konon pula sesama mos lem). 

Kalau kita tidak mampu memahami surah Al Maidah ayat 51 yang disalah gunakan agar Ahok tidak jadi Gubernur Jakarta dan juga difitnah Ahok menistakan Agama, carilah hadist murni Rasulullah, bukan hadist palsu. Kalau anda sukar mendapatkan Hadist murni disebabkan kemana anda berpaling kerap dihadang oleh hadist palsu disebabkan berjuta hadist palsu bertebaran dikalangan kita, carilah pengikut Ahlul bayt di zaman kita ini. Mereka memahami persis hadist murni Rasulullah dan bahkan memahami makna Qur-an yang tersirat dan juga ayat-ayat mutasyabihat, yang se ring dipelintirkan pengikut non Ahlulbayt. Mengapa mereka mampu? Sebab mereka mengikuti arahan pendamping Qur-an. Bagaimana caranya?  

Lihatlah secara bernegara, kenapa Republik Islam Iran  bersahabat dengan negara-negara Amerika Latin yang non Moslem sebaliknya Arab Saudi bermusuhan dengan Republik Islam Iran namun bersahabat karib dengan Zionis dan AS. Kenapa Ahmadinejad bersahabat dengan Hogo Charves? Sebaliknya lihat pula kenapa pe mimpin AS bermusuhan dengan Hugo Charves dan Ahmadinejad tetapi bersahabat baik dengan Raja-raja Arab? 


Semoga propessor tersebut menerima catatan saya ini dan semoga Allah memuliakan beliau di Indonesuia



SAYED AQIL ADALAH KETUA UMUM NU:





Sayid Aqil keliru saat mengatakan bahwa pemimpin yang dhalim itu mendapat pahala Imannya di Akhirat nanti. Ah ah ah. Sayed Aqil memang pintar dan banyak ilmunya tetapi di video ini dia terindikasi keluguannya. Hal ini disebabkan beliau terlalu percaya pada Ibnun Taimiyah yang keliru besar dalam beragama, sebaliknya Sayed Aqil terindikasi tidak mengenal Imam yang di utus sebagai Hujjatullah hingga siapapun yang mengikutinya pastilah tidak sesat selama-lamanya. Penguasa yang dhalim itu tidak ada yang beriman walaupun berbuih liurnya mengaku sebagai mu'min. Seharusntya Sayed Aqil dengan membaca suarah al Maidah ayat 44, 45 dan 47 saja sudah tau kalau penguasa dhalim itu tidak ada yang beriman benaran. Kalau mereka disebut muslim berarti muslim KTP, begitulah pembaca sekalian.

Alhamdulillah saya ini pengikut Ahlulbayt Rasulullah dimana kami berwawasan kemanusiaan dan memahami system Islam murni macam yang dibangun Rasulullah saww dan dilanjutkan oleh Imam Ali, dimana jauh sebelumnya diaplikasikan oleh Nabi Yusuf 'alaihissalam. Said Aqil mengaku bukan Syi'ah tetaåpi pikirannya sangat Islami dibandingkan kiyai-kiyai gadongan lainnya macam buya Yahya yang keliru pikirannya 180 derajat.


Dewasa ini kita tidak tepat mengangkat isue non islam dan islam tetapi agar jelas persoalannya angkatlah persoalan Habil dan Qabil. Ahok termasuk manusia kutub Habil sedangkan buya Yahya termasuk manusia kutub Qabil. Maafkan saya terpaksa saya tegaskan agar buya gadongan tidak berbicara sembarangan di youtube


Google trnslate:
Syed Aqil mistaken when he said that the leader dhalim faith was rewarded in the hereafter. Ah ah ah. Sayed Aqeel is a genius and a lot of knowledge but in this video he indicated his innocence. This is because he too believed in a mistaken Ibnun Taymiyyah great religions, Sayed Aqeel indicated otherwise not know the priest who was sent as Hujjatullah to anyone who followed him would not be lost forever. Ruler dhalim believe that no one even frothy saliva claiming to be believers. Seharusntya Sayed Aqeel to read civic centers al Maidah verse 44, 45 and 47 have already know that there is no such dhalim ruler who believe the truth. If they called KTP muslim muslim mean, that's how readers.

I thank the followers of the Prophet Ahlulbayt where our vision of humanity and understand the system of the pure Islam of the Prophet's progeny built and extended by Imam Ali, where much of the previous application by the Prophet Joseph 'upon. Said Aqil pleaded not very Islamic Shiite thoughts tetaåpi compared Gadong priest-chaplain other kinds of erroneous thoughts Buya Yahya 180 degrees.

Today we are not just raising issues of Islam and Muslims, but non obvious question to raise the question of Habil and Qabil. Ahok including former pole man while Buya Yahya including humans pole Qabil. I'm sorry I had to reiterate that Buya Gadong not speak carelessly on youtube





Berikut ini terjem ahan google yang diperlukan check re check, sebab tidak 100 persen benar terjemahan google itu, namun bermanfaat sedikit untuk menolong orang yang tidak paham bahasa Indonesia:



THIS IS NOT OUR Comments to discredit PROPESSOR BUT TO IMPROVE THE STUDY him. He received IMPORTANT NOTES MAY I HAVE THIS



http://achehkarbala.blogspot.no/2012/02/maaf-belum-ada-judulnya-yang-tepat-ii.html



When we defend Ahok not mean Ahok more Islamic than Muslim truth but Ahok more Islamic than Islam KTP or throughout Indonesia except the president Jokowi. In other words I want to say that all the presidents of Indonesia hypocrites except Jokowi and BJ Habibi to be underlined. Occurrences Ahok, non-Muslims are honest, intelligent, fair and courageous, inviting the people of Indonesia in general to think that how could non Moslem better than the Moslem. Which is certainly better than non Moslem Moslem, why we are witnessing the opposite? What's wrong? Here we see that God commanded the Muslims think kritris truth when looking at the phenomenon that menyelimet like this. When we berafala ta'qilun and Afala yatazakkarun, then we were able to take the conclusions that Ahok more Islamic than on Islam KTP not of Islam the truth. God willing I'll show you later Islamic leader, until Ahokpun definitely admire. Hopefully Ahok opportunity to study the pure Islamic literature, not that have been forged by the anti families Prophet saww. Hopefully eventually became Muslim Ahok truth to sempurnalahj future leadership in Indonesia after two period Jokowi leadership.





 EVERY Mu'min is MUSLIM BUT NOT EVERY MUSLIM IS Mu'min



Very true what is described Professor at the UB, little that we have to correct when he said that Abu Talib is not Muslim. This entry trap people who are anti-family of the Prophet where they vilify Abu Talib that the latter believes crowded descendant of Imam Ali inappropriate deprived of the Islamic leadership. With slander it was also still considered Muslims despite Yazid killed Imam Hussein and other Rasulullah family.

Hadeeth of Abu Hurayrah made in stating the story of the death of Abu Talib did not get to say two Kalima Shahadah although Rasulullah menuntunnye is false. These false hadiths also likely to make erroneous Ahok said that Abu Talib alone can not guidance, let alone me (word recognition sebahagian Ahok while telling the people of Belitung and also the people of Jakarta that Ahoklah fact that Islam but has not received the guidance of Allah). When Abu Talib died, Abu Hurairah away from the city. Descendants of Imam Ali and Fatimah Az Zahara as well as families saw Allah's Apostle never doubt the faith of Abu Talib.

In the school of Ahli Sunnah can be practically the only hadith narrated 'infidelity' Abu Talib Abu Hurairah. But how he can watch the event meninges galnya Abu Talib was he at that time was in the village Daus, Yemen, and recently appeared on the Medina and converted to Islam ten years it later, how could he know the process of the death of Abu Talib, the Prophet protective nomorwahid? (Insha Allah I will describe later on that the most falsified Hadiths the Prophet is Abu Hurairah, then Abdullah bin Umar bin Khattab and other false friends in the period of power Muawiyah, motorcycle product Hadith false). Indeed, to argue that if we never finished because most of the book is composed of experts in support with false hadith.

Courage Muawiyah poisoned Imam Hassan via his wife, Ja'dah Ash'ath bint Qais bin Al-Kindi, berpunca of some friends ambitious courageous leadership has distanced replacement is shown a Prophet in Ghadirkhum post-Hajj Wada ', from his position as leader. They also dare to hinder the Prophet to write his will when he was in katilnya (tragedy Today Thursday). Sepakterjang those who dare oppose the Messenger followed by Muawiyah bin Abi Sofyan and his son, Yazid (prototype Samiri), to multi Hadith were fabricated to justify them and his followers. It is also likely to make Muslims in our time against each other, while certainly true Muslims who follow the guidance of Allah and His Messenger surely berwawa san humanity (with non-Muslims only friends reportedly also fellow mos glue).

If we are not able to understand the surah Al Maidah verse 51 is misused so as Ahok not be Governor of Jakarta and also maligned Ahok debasing religion, look for pure hadith of the Prophet, not false hadith. If you are difficult to obtain due to purely Hadith where you turn often confronted by false hadith false hadiths caused millions scattered among us, look for followers of Ahlul Bayt in our time. They understand exactly pure hadith of the Prophet and even understand the meaning of the Qur'an implied and also mutashabihat verses, which have often been non Ahlulbayt dipelintirkan followers. Why are they capable of? Because they follow the direction companion Qur-an. How to?


Look in the state, why the Islamic Republic of Iran are friends with the countries of Latin America are non Moslem.




KINI MEMANG MENARIK PERSOALAN DI INDONESIA.

 DULU PERSOALAN MANUSIA ADALAH 

PENYEMBAH PATUNG. KINI MEMANG KEBANYAKAN 

MUSLIM TIDAK LAGI NYEMBAH PATUNG TETAPI 

SECARA FILOSOFIS MEREKA TIDAK JAUH BERBEDA 

DENGAN PENYEMBAH PATUNG. INI NAMANYA 

PENGANUT TRINITAS ISLAM/ISLAM QABIL/ISLAM 

INTOLERAN YANG TIDAK BERBEDA JAUH DENGAN 

KAFIR HARBI




Mari kita saksikan video-video tentang Basuki Cahaya Purnama/Ahok:





Ahok orang Belitung dimana dengan kehadirannya di Jakarta, orang yang mau berfikir akan terkuak persoalan manusia Qabil dan Habil. Habib Reziek manusia yang intoleran hendak membunuh Ahok tetapi Ahok manusia yang tegar, kuat, tulus, pintar, adil dan pemberani. Sifatnya yang demikianlah membuat beliau disenangi mayoritas penduduk Jakarta. Haji lulung sudah terpelanting oleh kebenaran Ahok demikian juga Habib Reziq. Bedanya antara Lulung dan Reziq adalah bahwa Rezieq punya banyak anakbuah maka dia bertahan untuk melawan Ahok dengan demontrasi tapi dia tidak sadar bahwa fenomena tersebut dimanfaatkan oleh politikus jahat yang korup.

Pasalnya dengan kehadiran Ahok koruptor di Indonesia mati kutu dibuatnya. Segala bentuk kezalimanpun dibabat habis oleh Ahok, makanya orang-orang zalim yang menyandang titel "Tokoh" di Indonesia dan mereka yang kecipratan dana korupsi, berdaya upaya untuk menyingkirkan Ahok termasuk dengan jalan fitnah. Alhamdulillah Ahok dibela oleh mayoritas penduduk Jakarta. Sepertinya fitnah Rezieq cs dan politikus jahat yang mampu membawa ahok untuk dihukumpun, sepertinya Ahok akan bebas darin tuntutan palsu tersebut.
Anehnya mereka sekarang sudah berobah pikiran saat melihat bantuan FPI untuk Gaza. Memang kita harus menolong orang Ghaza yang sedang dizalimi kaum zionis. Pertanyaannya apakah kita tidak dapat membedakan antara bantuan yang ikhlas dengan bantuan yang palsu? Untuk hal ini kita harus memamahami ideology Habil dan Qabil, disitulah kuncinya memahami Shiratalmustaqim palsu dan Shiratalmustaqim murni.





Yang dari Padang itu tidak memahami kalau kafir itu ada yang Harbi dan ada yang Jimmi. Yang Jimmi itu punya moral juga macam orang Islam sementara muslim palsu tidak memahami esensi moral kendatipun kerap berbicara soal moral.











Bima STUDIE magi i den tekstlige CONTEXTUAL TRUE men likevel vi må forbedre




NORWEGIAN:

Dette er ikke vårt Kommentarer til diskreditere PROPESSOR men for å forbedre STUDIE ham. Han fikk VIKTIG INFORMASJON KAN JEG HAR DENNE


http://achehkarbala.blogspot.no/2012/02/maaf-belum-ada-judulnya-yang-tepat-ii.html



Når vi forsvare Ahok ikke bety Ahok mer islamsk enn muslimsk sannhet, men Ahok mer islamsk enn islam KTP eller alle Indonesia unntatt president Jokowi. Med andre ord vil jeg si at alle presidentene i Indonesia hyklere unntatt Jokowi og BJ Habibi å bli understreket. Forekomster Ahok, ikke-muslimer er ærlig, intelligent, rettferdig og modig, og inviterer folk i Indonesia generelt å tenke at hvordan kunne ikke muslimer bedre enn den muslimske. Som er absolutt bedre enn ikke muslimer muslimsk, hvorfor vi er vitne til det motsatte? Hva er så galt? Her ser vi at Gud befalte muslimene tror kritris sannheten når man ser på fenomenet som menyelimet som dette. Når vi berafala ta'qilun og Afala yatazakkarun, så vi var i stand til å ta de konklusjonene som Ahok mer islamske enn på islam KTP ikke fra Islam sannheten. Gud vil jeg vise deg senere islamsk leder, inntil Ahokpun definitivt beundre.


Mu'min enhver muslim er, men ikke hver muslim er Mu'min.


Veldig sant det som er beskrevet professor ved UB, lite at vi må rette da han sa at Abu Talib er ikke muslim. Dette innlegget felle folk som er anti-familien til Profeten hvor de bakvaske Abu Talib at sistnevnte mener fylt kommer av Imam Ali upassende fratatt den islamske lederskapet. Med bakvaskelse ble det også fortsatt anses muslimer tross Yazid drepte Imam Hussein og andre Rasulullah familie.

Hadith av Abu Hurayrah gjort i begrunnelsen historien om dødsfallet til Abu Talib fikk ikke til å si to Kalima Shahadah selv Rasulullah menuntunnye er falsk. Disse falske hadithene også sannsynlig å gjøre feil Ahok sa at Abu Talib alene kan ikke veiledning, enn si meg (ordgjenkjenning sebahagian Ahok samtidig fortelle folk i Belitung og også folk i Jakarta som Ahoklah faktum at islam, men ikke har mottatt veiledning av Allah). Når Abu Talib døde, Abu Hurairah bort fra byen. Etterkommere av Imam Ali og Fatima Az Zahara så vel som familier så Allahs sendebud aldri tvile tro Abu Talib.

I skolen av Ahli Sunnah kan være praktisk talt den eneste hadith fortalt 'utroskap' Abu Talib Abu Hurairah. Men hvordan han kan se hendelseshjernehinnene galnya Abu Talib var han på den tiden var i landsbyen Daus, Jemen, og nylig dukket opp på Medina og konvertert til islam ti år senere, hvordan kunne han vite prosessen med døden til Abu Talib, profeten beskyttende nomorwahid? (Insha'allah jeg vil beskrive senere at de forfalskede hadither profeten er Abu Hurairah, da Abdullah bin Umar bin Khattab og andre falske venner i den perioden av makt Muawiyah, motorsykkel produkt Hadith false). Faktisk, å hevde at hvis vi aldri ferdig fordi det meste av boken er sammensatt av eksperter i støtte med falsk hadith.

Mot Muawiyah forgiftet Imam Hassan via hans kone, Ja'dah Ash'ath bint Qais bin Al-Kindi, berpunca av noen venner ambisiøs modig lederskap har distansert erstatning er vist en profet i Ghadirkhum post-Hajj Wada ', fra sin stilling som leder. De har også tør å hindre profeten til å skrive sin vilje da han var i katilnya (tragedie dag torsdag). Sepakterjang de som tør imot Messenger fulgt av Muawiyah ibn Abi Sofyan og hans sønn, Yazid (prototype Samiri), til multi Hadith ble fabrikkert for å rettferdiggjøre dem og hans tilhengere. Det er også sannsynlig å gjøre muslimer i vår tid mot hverandre, mens absolutt sanne muslimer som følger veiledning av Allah og Hans sendebud sikkert berwawa san menneskeheten (med ikke-muslimer bare venner velig også stipendiat mos lim).

Hvis vi ikke er i stand til å forstå surah Al Maidah vers 51 misbrukes slik Ahok ikke være guvernør i Jakarta og også baktalt Ahok debasing religion, ser for ren hadith av profeten, ikke falsk hadith. Hvis du er vanskelig å få tak på grunn av rent Hadith hvor du tar ofte konfrontert med falske hadith falske hadithene forårsaket millioner spredt blant oss, se etter tilhengere av Ahlulbayt i vår tid. De forstår nøyaktig ren hadith av profeten, og selv forstår betydningen av Koranen underforstått og også mutashabihat vers, som har ofte vært uten Ahlulbayt dipelintirkan etterfølgere. Hvorfor er de i stand til? Fordi de følger retningen følges Qur-en. Hvordan?

Se i staten, hvorfor den islamske republikken Iran er venner med landene i Latin-Amerika er ikke muslimer



Senin, 16 Januari 2017

KISAH NABI YUSUF VIA 34 VIDEO






INILAH CONTOH NEGARA ISLAM MURNI DIMANA SELURUH RAKYAT MERASAKAN KEMERDEKAANNYA DAN HARTA NEGARA MILIK RAKYAT BUKAN MILIK PEJABAT. PEMIMPINNYA PEMAAF YANG SUKAR KITA CARI TELADANNYA DEWASA INI. 

2 ORANG ISTERINYAPUN BENAR-BENAR HIDUP BERSAUDARA DAN TIDAK ADA ISTILAH CEMBURU. MUNGKIN DEMIKIANLAH GAMBARAN DI SORGA KELAK SEORANG SUAMI MEMILIKI 2 ORANG ISTERI YANG TIDAK PERNAH CEMBURU. SEMOGA BENAR DEMIKIAN ADANYA 






لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ


"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman" (QS, Yusuf 111).


Lanjutkan sampai video terakhir agar kita mampu meneladani Nabi Yusuf prototype Nabi Muhammad saww. 

Dari sepakterjang anak-anak Ya'kub (bani Israel) inilah kita saksikan dewasa ini komunitas yang intoleran dan tidak berwawasan kemanusiaan di seluruh dunia:






















the last one:


Kisah Nabi 'Isa bin Maryam



Kisah Nabi Ibrahim