Senin, 05 Desember 2016

RESPON BUAT VIDEO - VIDEO IMRAN HUSSEIN



 

Semoga kekurangan isi video  filosof itu bisa terpulihkan dengan catatan kecil ini.
Atau boleh jadi filosof tersebut benar setelah beliau merespon balik. Semoga Allah merahmati beliau


Ketika filosof Sunni tersebut mengatakan bahwa Bangsa Arab dihancurkan, bendera Islam tidak lagi dikibarkan oleh bangsa Arab tetapi non Arab. Beliau tidak menyebutkan bangsa mana yang mengibarkan bendera Islam. Berdasarkan dalil naqli dan ‘aqli itu sangat jelas bahwa bangsa Parsilah yang mengibarkan bendera Islam. : "Waakharina minhum lamma yalhaqu bihim, wahual ‘aziizul hakim" (QS, al Jum’at – ayat 3). Sepertinya inilah yang belum diketahu filosof tersebut. Saat ayat itu diturunkan, para sahabat bertanya siapakah mereka itu, ya Rasulullah? Rasulullah menempatkan tangannya diatas kepala Salman al Farisi seraya mengatakan: "Golongan inilah,  walaupun Iman itu berada di bintang Surayya, namun mereka sanggup menggapainya". Ayat sebelumnya (ayat 2) Allah membicarakan bangsa Arab. Ayat 3, Allah membicarakan bangsa Parsi dimana Imam Hussein (Arab/cucu Rasulullah) kawin dengan Shahbanu, putri Iran/Parsi hingga menuaikan cikal-bakal bangsa Iran/Parsi di kemudian hari sebagaimana kita saksikan dewasa ini. Hanya mereka inilah satu-satunya di Dunia kini yang mampu mendirikan Negara Islam/Islam State/Daulah Islamiyah/Republik Islam Iran/Power of Zulkarnain/Power of Imam Mahdi al Muntazhar.

Filosof Sunni itu benar saat menjawab pertanyaan tentang Iran bahwa Ahmadinejad sangat dicintai mu’min seluruh dunia tetapi sebahagian muslim tidak sependapat dengannya. Kita tidak tau kenapa beliau tidak menjelaskan kondisi Iran secara agak mendetail. Mungkin saja beliau benar harus bersikap demikian, mengingat dewasa ini kebanyakan kaum muslimin salah sangka terhadap Republik Islam Iran. Perlu kita jelaskan bahwa memang masih banyak orang-orang yang keliru dalam biokrasi Iran hingga mereka tidak sependapat dengan Ahmadinejad yang brillian itu, tetapi disebabkan System negara Iran menganut system «Wilayatul Fakih» dimana lembaga Negara yang tertinggi adalah "Imam" baru kemudian disusul oleh Wilayatul Fakih (baca 12 orang Ulama yang memahami ilmu Dunia dan Akhirat). Selanjutnya disusul oleh lembaga Parlemen dan Presiden. Kendatipun presiden paska Ahmadinejad tidak sebaik Ahmadinejad, kalau tidak kita katakan bertolak belakang sepakterjangnya, Republik Islam Iran tidak akan mengalami setback, sebab wewenang tertinggi tidak berada ditangan Presiden tetapi ditangan Imam (baca Ayatullah Ali Khameney). Hal ini sudah dijawab oleh sang filosof dengan baik sekali dimana power militer tidak berada dibawah presiden tetapi dibawah Ayatullah Ali Khamenei yang baik.

Filosof tersebut keliru saat mengatakan bahwa 4 Khalifah paska kewafatan Rasulullah adalah benar sebagai khalifah rasyidin. Nampaknya beliau meyakinkan publik secara emosi agar publik meyakini pernyataannya tersebut, sama emosinya ketika mengatakan agar publik tidak mengkritik diktator Gaddafi (lihat video beliau lainnya). Memang pada permulaan kekuasaannya Gaddafi menentang AS, namun akhirnya beliau tunduk pada AS hingga petro dolarpun diizinkan AS untuk mengelolanya. Perlu kita kritisi beliau bahwa Basyar Assad tidak pernah sama dengan Muammar Ghaddafi yang sama despotiknya dengan Saddam Irak, Sha Reza Palevi Iran,  Raja Arab Saudi, Raja Bahren, raja Emirat Arab, raja Brunai Darussalam, Suharto di Indonesia dan sebagainya.


Hsndwsp memprediksi beliau tidak paham Hadist Tsaqalain murni yang membicarakan Ittrah Nabilah sebagai pendamping Qur-an. Dua belas Imam paska kewafatan Nabi tidak termasuk Abubakar, Umar dan Usman. Ahlulbayt Rasulullahlah yang diangkat Allah dan Rasulnya sebagai pemimpin kaum Muslimin tetapi dihambat oleh Abubakar, Umar dan Usman cs. Padahal saat Rasulullah mengangkat Imam Ali di Ghadirkhum, Umar bukan saja membai’at Imam Ali tetapi juga mengucapkan: "Tahniah ya Abbal Hassan, anda telah men jadi pemimpin kaum muslimin dan muslimah". Ironisnya dia pula yang berani menghambat Rasulullah untuk menulis wasiatnya saat beliau sakit di Katilnya. Umar juga bersama Abu bakar yang menolak perintah Rasulullah untuk bergabung dibawah kepemimpinan Usamah untuk berperang. Masih banyak lagi pelanggaran yang mereka lakukan terhadap Rasulullah namun kita cukupkan saja disini. Apakah prototype seperti itu layak mendapat gelar Kha lifah Rasyidin? Bukankah apa saja yang dilakukan Rasulullah kaum mu'min harus sami'na wa ata'na disebabkan apa yang dikatakan dan dilakukan Rasulullah berasal dari Allah secara pasti. Lalu kini kaum muslimin yang mengikuti ketiga penentang diatas itu masih ber status mu'minkah? Harap dijawab walau pahit 

Ahlulbayt Rasulullah tau persis seluruh isi Qur-an termasuk ayat Mutasyabihat yang sering dipelintirkan tafsirnya oleh muslim yang non Ahlulbayt dan pengikut mereka sampai zaman kita ini berlanjut terus. Hal ini meyakinkan kita bahwa beliau (Filosf tersebut) menggunakan hadist palsu made in Abu Hurairah cs yang terdapat dalam kitab Bukhri dan Muslim. Beliau belum tau bahwa setelah Bukhri dan Muslim, termasuk Abu Daud menjeleksi hadist – hadist palsu dari satu juta lebih (product priode Muawiyah bin Abi Sofyan/Bani Umaiyyah), masih saja terdapat hadist palsu di kitab-kitab mereka, seperti hadist Malaikat ditampar Nabi Musa hingga hilang satu matanya, batu melarikan pakaian Nabi Musa hingga Nabi Musa menge jarnya dalam keadaan telanjang, Nabi muhammad menempatkan Aisyah diatas kuduk agar dapat melihat suatu pertunjukan duniawi, Hadist lalat punya obat disalah satu sayapnya dan masih banyak lagi hadist palsu lainnya di buku Bukhari dan Muslim (disebut memang hadist sahih tetapi realitanya banyak yang tidak sahih)

Ketika Iran (Parsi) baru saja melepaskan diri dari raja despotic (prototype pax Amerikana), dibawah pimpinan Imam Khomaini, Syahid DR Ali Syariati dan Murtadha Mutahhari cs (prototype Zulkarnain), Pax Amerikana berdaya upaya menghancurkan "Zulkarnain" via diktator Saddam Irak tetapi Allah menyelamatkan bangsa Parsi hingga justeru Irak dan tangan-tangan Amerikanalah yang collaps.

Bangsa Parsi berasal dari ras unggul Jerman (bangsa Aria). bertemu dengan bangsa Arab hingga melahirkan cikal bakal sampai hari ini bisa kita saksikan di RII. Ketika filosof tersebut membicarakan ‘Negara Khalifah’, publik hanya bisa memahami secara tiori, sementara realita atau fenomenanya tidak beliau tunjuk secara konkrit. Beliau hanya mampu menunjukkan Rusia tanpa komunitas Islam Murni. Memang benar Rusia komunitas yang tidak arogan dan bersahabat karib dengan kaum Muslimin tetapi kaum Muslimin yang bagaimana, belum beliau paparkan dengan jelas agar saya tidak perlu mengkritisinya, kalau komunitas muslim yang ditunjuk itu benar adanya.

Kalau kita mampu mengamati kondisi Timur Tengah sekarang secara mantap, kita akan melihat secara jelas bahwa "Power Zulkarnain" dimainkan oleh RII, Hisbullah Libanon, Rusia sedangkan musuh Zulkarnain dimainkjan oleh Zionis, AS, Nato dan Arab Saudi cs (baca Turki, Quwait, Qatar, Libya, Mesir, Emirat Arab dan sebagainya). Penjokong "Zulkar nain" masih banyak lagi termasuk Cina dan Amerika Latin dimana Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad bersahabat karib dengan Hugo Charves. Agaknya Indonesia masih kabur pendiriannya, hal ini dapat kita lihat memang merapatkan barisan dengan RII tetapi juga dengan Turki. Namun betapapun Indonesia sekarang lebih baik daripada Malaysia yang benci terhadap pengikut Ahlulbayt Rasulullah saww.

Hsndwsp gagal memahami pernyataan Imran Hussein bahwa beliau masih fokus pada mata uang Dirham dan Dinar. Beliau juga fokus pada Jenggot dan pakaian. Secara hakikat kita tidak musti meniru gaya kehidupan dimasa lalu asal saja tidak bertentangan dengan sunnatullah dan Rasulnya. Yang penting bagi kita bukan jenggot dan pakaiannya tetapi pikirannya, apakah kita mengikuti pikiran Rasulullah atau pikiran musuh Rasulullah saww. Dewasa ini memang kita saksikan kebanyakan kaum muslimin yang sudah merasakan berilmu, menggunakan jenggot yang panjang tak terurus, bersurban dan pakakian yang terkesan alim bagi kaum yang tidak mau berfikir kritis.. Apa artinya disisi Allah kalau isi kepalanya bertentangan dengan isi kepala Rasulullah saww?. Justeru itulah hsndwsp tidak lagi berjenggot dan bertopi sekarang, biarlah hsndwsp berpenampilan macam orang biasa saja.

Bukankah bahasa Inggeris itu bahasanya Pax Britaniana dan pax Amerikana, kenapa Imran Hussein tidak menggunakan bahasa Arab saja, berpakaian orang Arab dan uang Arab? Padahal Arab sekarang bukan lagi Arab Nabi Muhammad tetapi Arabnya Abu Lahab. Berbicara soal uang adalah soal pertukaran barang dengan barang dimana untuk memu dahkan disepakati dengan uang dan ini tidak mungkin dilakukan oleh sipil tetapi pemerintah yang berkuasa. Di Arab di gunakan Dinar dan Dirham. Apakah mata uang tersebut mulanya digunakan Rasulullah atau jauh sebelumnya. Imran Hussein mengatakan andaikata Indo nesia menggunakan Dinar dan Dirham tidak akan miskin seperti sekarang ini, benarkah?

Paska kewafatan Rasulullah kebanyakan kaum muslimin miskin dan malah di zaman Nabipun banyak yang miskin, hanya saja orang miskin mendapat perhatian serius dari Rasulullah dan Imam Ali as. Tanah Fadak milik Fatimah Az Zahara digunakan untuk menolong fakir miskin, sayangnya disita oleh Abubakar dari tangan Fatimah as hingga masyarakat mendekati Abubakar, lari dari keluarga Rasulullah saww. Di priode Usman bin Affan kemiskinan bertambah parah disebabkan Usman mengelola kekayaan negara macam mengelola kekayaan moyangnya. Kenapa Imran tidak kritis, padahal beliau menganjurkan publik agar menjadi pemikir yang kritis, afala yatazakkarun?

Demikian juga di Indonesia sejak Suharto berkuasa rakyat secara mayoritas hidup mende rita. Kondisi seperti itu berjalan terus sampai priode Yudhoyono. Baru sekaranglah kemun culan Jokowi dan Ahok Rakyat mulai menikmati kekayaan negara kendatipun belum sampai ke Acheh Sumatra, Papua dan kawasan jauh lainnya. Pertanyaan kepada Imran Hussein, apakah Indonesia sekarang menggunakan mata uang Dinar dan Dirham?  Bukankah kemis kinan itu terjadi disebabkan kekayaan negara dikuasai penguasa untuk koleganya saja dimana Rakyat tidak mendapatkan haknya? Bukankah penguasa yang korup senantiasa dibarengi dengan meraja lelanya para koruptor bagaikan tikus menghabiskan kekayaan negara?

Andaikata Imam Mahdi sudah Muncul, barulah kemiskinan, penindasan dan kezaliman jenis lainnya akan hilang, bukan mata uang yang signifikan fungsinya dibicarakan. Hal ini memang sudah dinyatakan Allah dan RasululNya sendiri bahwa sebelum dunia kiamat Allah akan memunculkan kembali Imam Mahdi al Muntazhar yang akan membawa kedamaian dunia seluruhnya, dimana sebelumnya dunia dipenuhi dengan kezaliman yang teramat sangat. Imam Mahdilah satu-satunya Imam yang tidak dibunuh atau diracun dari 12 Imam penerus kepemimpinan Rasulullah saww. Sedangkan  Nabi ‘Isa bin Maryam dimunculkan kembali disebabkan ummatnya menuhankannya dan mengira beliau yang disalib hingga mereka termasuk Kristen Ortodox menggunakan symbul palang salib. Padahal murid Nabi ‘isa yang munafiq lah yang dimiripkan Allah macam Nabi ‘Isa hingga musuh menyalipnya.
Andaikata pemimpin paska kewafatan Rasulullah tidak digeser oleh mereka yang ambisius kepemimpinan, kaum muslimin akan hidup aman sentosa dan keadilan sosial merata dise luruh negara. Kalau begitu kondisinya Imam Mahdipun tidak perlu ghaib Syughra dan Kubra. 

Setelah berakhirnya kepemimpinan Imam Mahdi, barulah berlaku pemilihan, tidak lagi membutuhkan wasiat. Saat itu setelah 250 tahun dipimpin oleh para Imam yang diutus Allah dan Rasulnya, barulah rakyat secara mayoritas memahami persis type pemimpin yang bagaimana yang harus mereka pilih. Namun bayangkan di zaman Umar bin Khattab, seorang yang memiliki tanggungan seorang pria dalam keluarganya mendatangi Umar dan bertanya apakah dibenarkan Allah pemuda yang berada dalam tanggungan saya tidur bersama isteri saya secara bergeleran dengan saya sebab saya belum mampu menga wininya. Apakah dalam kondisi rakyat yang sedungu itu, pemimpin layak dipilih oleh rakyat banyak, bukan wasiat Rasulullah yang berlaku? Adapun wasiat umpama seorang guru (baca Rasulullah) yang harus bepergian jauh (baca wafat) saja, tidak layak menyerahkan kepemimpinannya kepada muridnya untuk dipilih sebab sang gurulah yang tau persis mana muridnya yang memiliki kesamaan dengan beliau untuk memimpin. Ironisnya para ambisius kepemimpinan meninggalkan nas demi tercapai ambisius mereka.


Sepertinya Iran Hussein tidak jeli melihat penampilan Putin, presiden Rusia dan segenap ja jarannya. Bukankah mereka semua berdasi? Kendatipun sesekali hsndwsp menggunankan Jas tanpa dasi dan juga salut kepada pemimpin Iran yang pakai Jas tanpa dasi, hsndwsp juga tidak alergi melihat pemimpin Rusia yang berdasi, juga pemimpin negara-negara Amerika Latin. Yang penting pemimpin Rusia, Cina dan Amerika Latin memihak kepada kaum Muslimin (baca "Zulkarnain" dan Imam Mahdi al Muntazhar).

Di video lainnya Imran Hussein mengatakan semua kita dipimpin oleh non Moslem terma sujk Iran, benarkah? Yang saya yakini memang semua kita dipimpin oleh kaum munafiqun kecuali Republik Islam Iran. Kalau Imran Hussein mengatakan termasuk Iran disebabkan Iran masuk aggota PBB, Imran tidak memahami kalau RII terpaksa bertaqiyyah, kalau tidak memabahayakan negaranya disebabkan musuh terlalu besar. Disamping itu RII berjiwa ksatria dimana mereka bagaikan orang yang punya obat kebal hingga mampu masuk ke sarang tawon, sebagaimana Ahmadinejad pergi ke gedung PBB menggoyangkan forum tersebut, bukan menjauhkan diri dari PBB macam orang yang tidak punya kawi dan nyali. Lalu bandingkan dengan Brunai Darussalam, dimana Rajanya menyimpan 13 orang gundik secara rahasia namun orang-orang bijak mengetahuinya, kendatipun orang tolol berkutat pada pendiriannya yang fanatikbuta bahwa itu negara Islam.Yang penting sekedar nama atau substantifnya

Sepertinya dilain sisi Imran terfokus pikirannya hanya pada nama saja, bukan substantifnya. Walaupun Iran menamakan diri Republik tetapi diperjelaskan oleh kata Islam (baca Repu blik Islam Iran). Kenapa RII menamakan republik, hemat saya disebabkan pemimpinnya dipi lih bukan wasiat macam pengangkatan Imam Ali. Namun Abubakar menafikan wasiat Nabi hingga menamakan dirinya sebagai Khalifah (Wakil Rasulullah). Sementara pemilihanpun tidak sah sebab tidak diikuti seluruh rakyat pemilih terutama sekali bani Hasyim. Dikalangan merekapun, belakangan  tidak menggunakan aplikasi Abubakar tetapi Syuronya  Umar. Ka lau Abubakar hanya menggunakan sebahagian rakyat untuk memilihnya, Umar hanya meng gunakan 6 orang. Ironisnya justeru Abdurrahman bin Awwuf yang mempermainkan syura tersebut. Padahal hanya Imam Ali yang berbicara secara benar dan transparan dalam majelis tersebut. Untuk lebih jelas simaklah video al Nebras berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=j3ParUemvKY&t=0s

https://www.youtube.com/watch?v=j3ParUemvKY&t=0s
...

Hsndwsp menghormati Imran Hussein, semoga kritik saya ini menambah kesempurnaan isi Video - videonya. Betapapun beliau benar adanya secara kontekstual, hanya secara teks tual saja yang perlu kita kritisi sedikit agar lebih sempurna. Mudah-mudahan pembaca me mahami kalimat hsndwsp ini. 


Hopefully shortage of video content that philosophers can be recovered with a little note of this.
Or maybe the true philosopher after he respond back. May Allah have mercy on him


https://www.youtube.com/watch?v=hv1bQ6wvVW4&t=3315s
https://www.youtube.com/watch?v=MGyfuajmGW4

When the philosopher said that Sunni Arabs destroyed, the flag of Islam is no longer flown by Arabs but non-Arab. He did not mention any nation flying the flag of Islam. Based on the arguments of naqli and 'aqli it very clear that the nation Parsilah flying the flag of Islam. "Waakharina minhum lamma yalhaqu bihim, wahual 'aziizul judges" (Surah al Friday - paragraph 3). It seems this is not the philosopher diketahu. When verse was revealed, the Companions asked who are they, O Messenger of Allah? Prophet put his hand on the head of Salman al Farisi saying: "this group, even though it is located in star Faith Surayya, but they were able to reach it". Previous paragraph (paragraph 2) God talk about the Arabs. Verse 3, God talk about the Persians in which Imam Hussein (Arabic / grandson of the Prophet) mating with Shahbanu, daughter of Iran / Persia until menuaikan forerunner of Iranians / Persians in the future as we see today. Only these are the only in the world today who are able to establish the Islamic State / Islamic State / Daulah Islamiyah / Islamic Republic of Iran / Power of Zulkarnain / Power of Imam Mahdi al Muntazhar.

Sunni philosopher was right when answering a question about Iran that Ahmadinejad is very loved believers all over the world but sebahagian Muslims do not agree with him. We do not know why he did not explain in some detail the conditions in Iran. Maybe he really had to be so, given today most Muslims misunderstand the Islamic Republic of Iran. We need to explain that it is still a lot of people wrong in biokrasi Iran until they disagreed with Ahmadinejad were brilliant it, but because System Iranian state adheres to the system «Wilayatul Fakih» where State institutions were highest for "Priest" and then followed by Wilayatul Fakih (read 12 scholars understand the science world and the Hereafter). Next followed by the institution of Parliament and the President. Despite post president Ahmadinejad Ahmadinejad not as good as, if not we say the opposite sepakterjangnya, the Islamic Republic of Iran will not suffer a setback, because the ultimate authority rests with the President, but not in the hands of Imam (Ayatollah Ali Khameney read). This has been answered by the philosopher very well where military power is not under the president but under Ayatollah Ali Khamenei good.

The philosophers were wrong when saying that the fourth Caliph after the Prophet kewafatan is true as caliph Rashidin. It seems he assured the public that the public believes emotional statement, the same emotions when told that the public does not criticize the dictator Gaddafi (see his video, etc.). Indeed, at the beginning of his rule Gaddafi against the United States, but eventually he was subject to the US until petro dolarpun allowed the US to manage it. We need Bechar Assad's critics that he is never equal to the same Muammar Ghaddafi despotiknya with Saddam Iraq, Reza Sha Palevi Iran, King of Saudi Arabia, King Bahren, king Emirates, the king of Brunei Darussalam, Suharto in Indonesia, and so on.


Hsndwsp predict he did not understand the pure Thaqalayn hadiths that talk Ittrah Nabilah as a companion Qur-an. Twelve Imams after the Prophet kewafatan excluding Abubakar, Umar and Usman. Ahlulbayt Rasulullahlah Allah and His messenger who was appointed as the leader of the Muslims but inhibited by Abubakar, Umar and Usman cs. Yet when the Messenger of Imam Ali in Ghadirkhum, Umar not only membai'at Imam Ali but also say: "yes Abbal Hassan Congratulations, you have men become leaders of the Muslims and Muslim". Ironically he also dared to hamper the Prophet to write his will when he was sick in Katilnya. Umar also shared Abubakar who refused orders the Prophet to join under the leadership of Osama to fight. There are many other violations that they did to the Prophet but we both ends meet just here. Do prototype like that deserve the title lifah Rasyidin Kha? Is not what is being done Messenger of the believers should sami'na wa ata'na caused what was said and done the Messenger from God for sure. And now the Muslims who followed the three opponents on the still air mu'minkah status? Please answer though bitter

Ahlulbayt Messenger know exactly the whole contents of the Qur'an includes verses mutashabihat often dipelintirkan its interpretation by Muslim non Ahlulbayt and their followers until our times continue. It assures us that he (the Filosf) using a false hadith of Abu Hurairah made in cs contained in the book Bukhri and Muslims. He do not know that after Bukhri and Muslims, including Abu Daud menjeleksi hadiths - false hadith of one million more (product priode Muawiyah bin Abi Sofyan / Bani Umaiyyah), still there are some false hadith in their books, such as the hadith Angel slapped Moses until he lost one eye, rock running clothes Prophet Moses to Moses pulled after him naked, Prophet muhammad put Aisha above the neck in order to see a worldly display, hadith flies have a drug in one of its wings and many false hadith other books Bukhari and Muslims (called hadiths indeed valid, but in reality many are not valid)

When Iran (Persia) have just escaped from the king's despotic (prototype pax Americana), under the leadership of Imam Khomaini, Shahid Dr. Ali Shariati and Morteza Mutahhari cs (prototype Zulkarnain), Pax Americana endeavored to destroy "Zulkarnain" via dictator Saddam Iraq but Allah save the people of Iraq and Persia to precisely hands Amerikanalah the collapse.

The Persians came from the superior German race (Aryans). meet with Arabs who gave birth to the forerunner to this day we can see in the RII. When the philosophers discuss the "State of the caliph ', the public can only understand tiori, while reality or not he shows a phenomenon in concrete. He was only able to show Russia without Pure Islamic community. It is true that the Russian community who are not arrogant and a close friendship with the Muslims, but the Muslims how, yet he clearly explain that I do not need to be criticized, if the Muslim community, designated it is true.

If we were able to observe the conditions of the Middle East is now on a steady basis, we will see clearly that the "Power Zulkarnain" played by RII, Hezbollah Lebanon, Russia while the enemy Zulkarnain dimainkjan by the Zionists, the US, Nato and Saudi Arabia cs (read Turkish, Quwait, Qatar , Libya, Egypt, the United Arab Emirates and so on). Penjokong "Zulkar nain" many more including China and Latin America where the President of Iran, Mahmoud Ahmadinejad chum with Hugo Charves. Presumably Indonesia still vague stance, it can be seen indeed close ranks with RII but also with Turkey. But no matter how Indonesia is now better than Malaysia who hate the followers of the Prophet saww Ahlulbayt.

Hsndwsp Imran Hussein fails to acknowledge that he is still focused on the currency Dirham and Dinar. He also focused on beard and clothing. By nature we must not imitate the style of life in the past so long as not contrary to the laws and His Messenger. The important thing for us is not a beard and his clothes but his mind, if we follow the Messenger thoughts or thoughts of the Prophet saww enemy. Today indeed we see most of the Muslims who already feel knowledgeable, using a long unkempt beard, turban and pakakian impressed alim for people who do not want to think critically .. What does it mean that the contents of his head with Allah contradictory to the head of the Prophet saww ?. Indeed, that is no longer hsndwsp beard and hat now, let hsndwsp kinds of people dressed casual.

s not English the language Pax Britaniana and pax Americana, why Imran Hussein did not use Arabic only, dressed Arabs and Arab money? Though Arabic is now no longer the Prophet Muhammad but Arab Emirates Abu Lahab. Talking about money is a matter of exchange of goods with goods which for memu dahkan agreed with the money and this may not be done by civilians but the government in power. Arabic used in Dinar and Dirham. Is the currency originally used Messenger or much earlier. Imran Hussein said suppose Indo nesia use the Dinar and Dirham will not be as poor as it is today, is it true?

Paska kewafatan Prophet mostly poor Muslims and even in the days of The Prophet many who are poor, it's just that the poor get serious attention from the Prophet and Imam Ali. Land of Fadak belonged to Fatimah Az Zahara used to help the poor, unfortunately confiscated by Abubakar from her hand as to the community approached Abubakar, ran away from the family Prophet saww. In the period of Uthman poverty is getting worse due to Usman manage state assets sorts manage his wealth. Why Imran is not critical, but he encourages the public to become a critical thinker, Afala yatazakkarun?

Likewise in Indonesia since Suharto to power the majority of the people live mende rita. Such conditions continue until the period Yudhoyono. Only now possible in the industry Culan Jokowi and Ahok People began to enjoy the wealth of the country although not yet to Acheh Sumatra, Papua and other distant region. Questions to Imran Hussein, whether Indonesia is now using the currency of Dinar and Dirham? Is not it happened Thursday kinan caused the nation's wealth controlled by the ruler to his colleagues only where people do not get their due? Is not the corrupt rulers who always accompanied by the corrupt reign lelanya like a rat spends the country's wealth?

If the Imam Mahdi has been Appear, then poverty, oppression and injustice of other types will be lost, not the currency in which significant functions discussed. It had been revealed by God and RasululNya himself that before the end of the world God will bring back the Imam Mahdi al Muntazhar which will bring world peace in full, whereas previously the world is filled with injustice extreme. Imam Mahdilah the only priests who were not killed or poisoned from 12 Imam Prophet saww successor leadership. While the Prophet 'Isa ibn Maryam raised again due menuhankannya his community and he thought that the cross until they included symbul Orthodox Christians use the cross bar. Whereas the Prophet pupils 'isa are hypocrites who dimiripkan Allah kinds of Prophet' Isa to overtake the enemy.
If the leader after the Prophet kewafatan not be shifted by their ambitious leadership, the Muslims will be safe through life and social justice evenly dise whole country. Then the condition is Imam Mahdipun not need supernatural Syughra and Kubra.

After the expiration of the leadership of Imam Mahdi, then apply the election, no longer needs a will. It was after 250 years led by the Imam sent by God and His Messenger, then the majority of the people understand exactly the type of leader that how should they select. But imagine at the time of Umar bin Khattab, a man who has dependents in the family came to Umar and asked whether it was justified God youth who are covered by my bed with my wife bergeleran with me because I have not been able to menga wininya. Whether the conditions are as dumb people, the leader could be elected by the people, not the will Rasulullah applicable? As for the testament instance a teacher (read the Prophet) who must travel far (read death) only, not worth his hand over his leadership to be chosen because the gurulah knows exactly where his students have in common with him for the lead. Ironically the ambitious leadership leaving in order to achieve their ambitious nas.

It seems Iran Hussein is not keen to see the appearance of Putin, president of Russia and the entire ja jarannya. Are not they all tie? Despite occasional hsndwsp menggunankan suit without a tie and also salute the Iranian leader is wearing the jacket without a tie, hsndwsp also not allergic see Russian leaders and tie, also leader of the Latin American countries. The important thing leaders of Russia, China and Latin America sided with the Muslims (read "Zulkarnain" and Imam Mahdi al Muntazhar).

In another video Imran Hussein said all we are led by non Moslem terms Sujk Iran, really? I believe it is all we are led by the Munafiqun except the Islamic Republic of Iran. If Imran Hussein said, including Iran, because Iran entered the UN aggota, Imran did not understand that RII forced bertaqiyyah, if not memabahayakan country caused the enemy is too big. Besides, RII soulless knights where they like people who have drug resistant up to be able to enter into a honeycomb, as Ahmadinejad went to the UN building shaking the forum, not distance themselves from the United Nations kinds of people who do not have kawi and guts. Then compare it with Brunei Darussalam, where the king's mistress save 13 votes in secret but wise people know that, in spite of a fool to dwell on the stance that the country Islam.Yang fanatikbuta important than the name or substantive

Looks like Imran focused his mind on the other hand just in name only, not substantive. Although Iran calling itself the Republic but diperjelaskan by the word Islam (read Repu blik Islamic Iran). Why RII named republic, it seems to me due to its leader dipi cf. will not sort the appointment of Imam Ali. But Abubakar denies the Prophet testament to calling himself Caliph (vice Prophet). While pemilihanpun invalid because it is not followed by the rest of the voters, especially once the Bani Hashim. Amongst they too, the latter is not using the application but Syuronya Abubakar Umar. Ka lau Abubakar only use sebahagian people to select, Umar simply clicking use 6. Ironically precisely Abdurrahman bin Awwuf that plays with the shura. Though only Imam Ali who speak properly and transparently in the assembly. For more details check out the video al Nebras following:

https://www.youtube.com/watch?v=j3ParUemvKY&t=0s
https://www.youtube.com/watch?v=j3ParUemvKY&t=0s
...

Hsndwsp respect Imran Hussein, I hope my criticism of this adds perfection contents Video - video. However his true contextually, tual text only do we need to criticize a little to make it more perfect. Hopefully readers hsndwsp me understand this sentence.


Senin, 28 November 2016

SETIAP MU’MIN ADALAH MUSLIM TETAPI TIDAK SETIAP MUSLIM ADALAH MU’MIN.






https://www.youtube.com/watch?v=Itcz9CgdZP0&t=603s
https://www.youtube.com/watch?v=Itcz9CgdZP0&t=603s



Benar sekali apa yang dijelaskan Gurubesar Universitas Brawijaya di youtube diatas, hanya sedikit yang musti kita perbaiki saat beliau mengatakan bahwa Abu Thalib bukan Muslim. Ini masuk perangkap orang-orang yang anti keluarga Rasulullah dimana mereka mem fitnah Abu Thalib agar orang ramai belakangan meyakini keturunan Imam Ali pantas dijauhkan dari kepemimpinan Islam. Dengan fitnah itu pulalah Yazid masih dianggap Muslim kendatipun membunuh Imam Hussein dan keluarga Rasulullah lainnya. 

Hadist made in Abu Hurairah yang menyatakan kisah meninggalnya Abu Talib tidak sempat mengucapkan dua kalimah shahadah walaupun Rasulullah menuntunnye adalah palsu. Hadis palsu ini jugalah yang membuat Ahok keliru mengatakan bahwa Abu Talib sendiri tidak dapat hidayah, apalagi saya (kata ahok saat menceritakan pengakuan sebahagian rakyat Belitung dan juga rakyat  Jakarta bahwa sebenarnya Ahoklah yang Islam tetapi belum mendapat hidayah Allah). Ketika Abu Thalib meninggal, Abu Hurairah jauh dari kota. Anak cucu Imam Ali dan Fathimah Az Zahara serta keluarga Rasul Allah saw tidak pernah meragukan keimanan Abu Thalib.  

Di dalam Mazhab Ahli Sunnah dapat dibilang satu­satunya hadis yang meriwayatkan ‘kekafiran’ Abu Thalib adalah Abu Hurairah. Tetapi bagaimana ia dapat menyaksikan peristiwa mening galnya Abu Thalib sedang ia pada waktu itu berada di kampung Daus, Yaman, dan baru muncul di Madinah dan masuk Islam sepuluh tahun kemu dian, bagaimana mungkin dia mengetahui proses kematian Abu Thalib, pelindung Rasulullah yang nomorwahid? (Insya Allah nanti akan saya paparkan bahwa yang terbanyak memalsukan Hadist Rasulullah adalah Abu Hurairah, kemudian Abdullah bin Umar bin Khattab dan sahabat keliru lainnya di priode kekuasaan Muawiyah, motor product Hadist palsu). Justeru itulah kalau kita berdebat tidak pernah selesai sebab kebanyakan kitab yang dikarang para ahli di support dengan hadist palsu.

Keberanian Muawiyah meracuni Imam Hassan via isterinya, Ja’dah binti Asy’ats bin Qais al­Kindi, berpunca dari sebagian sahabat yang ambisius kepemimpinan berani menjauhkan pengganti yang telah ditunjuki Rasulullah di Ghadirkhum paska Haji Wada’, dari kedudukannya sebagai pemimpin. Mereka juga berani menghalangi Rasulullah untuk menulis wasiatnya saat beliau berada di katilnya (tragedi Hari Kemis). Sepakterjang mereka yang berani melawan Rasulullah dilanjutkan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan dan anaknya, Yazid bin Muawiyah (prototype Samiri), hingga berjuta Hadis dipalsukan untuk membenarkan mereka dan pengikutnya. Hal ini jugalah yang membuat muslim di zaman kita ini saling bermusuhan, sementara Muslim sejati pasti yang mengikuti tuntunan Allah swt dan RasulNya pasti berwawa san kemanusiaan (dengan non Muslim saja bersahabat konon pula sesama mos lem). 

Kalau kita tidak mampu memahami surah Al Maidah ayat 51 yang disalah gunakan agar Ahok tidak jadi Gubernur Jakarta dan juga difitnah Ahok menistakan Agama, carilah hadist murni Rasulullah, bukan hadist palsu. Kalau anda sukar mendapatkan Hadist murni disebabkan kemana anda berpaling kerap dihadang oleh hadist palsu disebabkan berjuta hadist palsu bertebaran dikalangan kita, carilah pengikut Ahlul bayt di zaman kita ini. Mereka memahami persis hadist murni Rasulullah dan bahkan memahami makna Qur-an yang tersirat dan juga ayat-ayat mutasyabihat, yang se ring dipelintirkan pengikut non Ahlulbayt. Mengapa mereka mampu? Sebab mereka mengikuti arahan pendamping Qur-an. Bagaimana caranya?  

Lihatlah secara bernegara, kenapa Republik Islam Iran  bersahabat dengan negara-negara Amerika Latin yang non Moslem sebaliknya Arab Saudi bermusuhan dengan Republik Islam Iran namun bersahabat karib dengan Zionis dan AS. Kenapa Ahmadinejad bersahabat dengan Hogo Charves? Sebaliknya lihat pula kenapa pe mimpin AS bermusuhan dengan Hugo Charves dan Ahmadinejad tetapi bersahabat baik dengan Raja-raja Arab?  Kenapa Ahmadinejad bermasalah besar dengan Zionis tetapi berteman dengan Yahudi?  (Perlu digarisbawahi bahwa setiap Yahudi belum tentu Zionis tatapi setiap zionis pasti Yahudi). Kenapa Hizbullah berusaha agar presiden Libanon dipimpin oleh non Muslim dan berhasil? Kenapa Ahok yang sudah terbukti memimpin Belitung, Jakarta secara Islami namun dipersoalkan tanpa memahami hakikat surah al Maidah, bukan saja ayat 51 tetapi juga bahkan ayat 44, 45 dan 47?.

Pembaca yang mulia. Kafir yang dinyatakan Allah swt di ayat 6 dan 7 surah Baqarah adalah kafir Harbi yang sangat benci terhadap Islam murni tetapi bersahabat dengan Islam palsu. Realitanya banyak juga kafir yang masuk Islam, apakah bertentangan dengan ayat Baqarah diatas? Apanya yang salah? Makanya terbukti bahwa kita tidak akan mampu memahami maksud Allah dalam Qur-an tanpa mengikuti pendamping nya. Pendamping Qur-an yang pertama adalah Rasulullah sendiri. Setelah itu 12 Imam yang ditentukan oleh Allah sendiri, dimana para Imam tersebut semuanya berguru hanya kepada Ayah mereka sendiri dimana sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah, kecuali Imam Hassan dan Hussein disamping berguru pada Ayah mereka, juga berguru pada Rasulullah, sebab keduanya juga hidup dizaman Rasulullah saww.  Justeru itulah agama mereka tidak pernah berselisih antara satu Imam dengan Imam lainnya (baca juga Hadist Tsaqalain murni dan Hadist Pintu Ilmu). 

Apabila alinia diatas telah kita pahami, barulah kita ketahui bahwa adanya kafir Jimmi. Mereka inilah yang berkemungkinan masuk Islam setelah menyaksikan kebenaran prilaku kita kaum muslimin benaran. Mereka  tidak benci kepada Islam serta kaum muslimin, namun mereka dibenci oleh kafir Harbi yang bersatupadu dengan kaum munafiqun. Dalam tulisan ini saya sebut kata kafir untuk membuat pembaca memahami persis permasalahannya namun perlu digarisbawahi bahwa dalam pergaulan bermasyarakat dan bernegara tidak etis kita menyebut mereka kafir tetapi sebutlah sebagai non Moslem. 

Propessor itu benar ketika mengatakan Islam dibela oleh non Moslem macam Waraqah bin Naufal dan Raja Najasyi saat pengikut Rasulullah hijrah ke Habsyi. Namun masih lebih terharu lagi ketika non Moslem menolong Rasulullah saww saat beliau sekeluarga dan sahabat sejati, disekap (dibekot) kaum Quraisy di lembah Abu Thalib atau lembah Syi’it. Sementara «sahabat besar» lainnya berada di kota tanpa berbuat sesuatu untuk kebebasan Rasulullah saww dari embargo tersebut. Untuk lanjutannya silakan lihat di http berikut ini: http://achehkarbala.blogspot.no/2012/02/maaf-belum-ada-judulnya-yang-tepat-ii.html

Kesimpulannya surah Al Maidah ayat 51, pertama diberlakukan di negara Islam bukan di negara Muslim (analisalah dimana perbedaan antar negara Islam dan negara Muslim). 

Kedua Maula disitu memang dimaksudkan sebagai teman. Ketiga yang dilarang Allah berteman dari kafir Harbi, bukan kafir Jimmi, tersirat dalam ayat ini juga bahwa kita muslim benaran dilarang berteman atau memilih pemimpin yang munafiq, sebab kaum munafiq itu sama dengan kafir Harbi (tidak ada kebaikan disisi mereka). Keempat bila Ahok tidak dipilih disebabkan keliru memahami ayat tersebut, mana fenomena type kepemimpinnya yang dilarang Allah, rakyat Jakarta akan memilih pemimpin lain yang “Muslim” tetapi rakyat tidak dipimpin secara Islami. Ini telah terbukti dalam sejarah Indonesia dimana segelintir orang hidup berfoya-foya semen tara mayoritas rakyat hidup menderita. Korupsi dan kezaliman lainnya hidup subur alias membudaya dimana para Alim palsu diam seribu satu bahasa dan mereka mendapat “Sedekah” dalam persekongkolannya dengan penguasa yang despotic. Pemimpin Muslim benaran memang terbaik tetapi pemimpin non Moslem yang Jimmi jauh lebih baik dari pemimpin “Muslim” (baca Muslim palsu)


In English:
Very true what is described Professor at the UB in the youtube above, only a few that we have to correct when he said that Abu Talib is not Muslim. This entry trap people who are anti-family mem Prophet in which they slander Abu Talib that the latter believes crowded descendant of Imam Ali inappropriate deprived of the Islamic leadership. With slander it was also still considered Muslims despite Yazid killed Imam Hussein and other Rasulullah family.

Hadeeth of Abu Hurayrah made in stating the story of the death of Abu Talib did not get to say two Kalima Shahadah although Rasulullah menuntunnye is false. These false hadiths also likely to make erroneous Ahok said that Abu Talib alone can not guidance, let alone me (word recognition sebahagian Ahok while telling the people of Belitung and also the people of Jakarta that Ahoklah fact that Islam but has not received the guidance of Allah). When Abu Talib died, Abu Hurairah away from the city. Descendants of Imam Ali and Fatimah Az Zahara as well as families saw Allah's Apostle never doubt the faith of Abu Talib.

In the school of Ahli Sunnah can be practically the only hadith narrated 'infidelity' Abu Talib Abu Hurairah. But how he can watch the event meninges galnya Abu Talib was he at that time was in the village Daus, Yemen, and recently appeared on the Medina and converted to Islam ten years it later, how could he know the process of the death of Abu Talib, the Prophet protective nomorwahid? (Insha Allah I will describe later on that the most falsified Hadiths the Prophet is Abu Hurairah, then Abdullah bin Umar bin Khattab and other false friends in the period of power Muawiyah, motorcycle product Hadith false). Indeed, to argue that if we never finished because most of the book is composed of experts in support with false hadith.

Courage Muawiyah poisoned Imam Hassan via his wife, Ja'dah Ash'ath bint Qais bin Al-Kindi, berpunca of some friends ambitious courageous leadership has distanced replacement is shown a Prophet in Ghadirkhum post-Hajj Wada ', from his position as leader. They also dare to hinder the Prophet to write his will when he was in katilnya (tragedy Today Thursday). Sepakterjang those who dare oppose the Messenger followed by Muawiyah bin Abi Sofyan and his son, Yazid (prototype Samiri), to multi Hadith were fabricated to justify them and his followers. It is also likely to make Muslims in our time against each other, while certainly true Muslims who follow the guidance of Allah and His Messenger surely berwawa san humanity (with non-Muslims only friends reportedly also fellow mos glue).

If we are not able to understand the surah Al Maidah verse 51 is misused so as Ahok not be Governor of Jakarta and also maligned Ahok debasing religion, look for pure hadith of the Prophet, not false hadith. If you are difficult to obtain due to purely Hadith where you turn often confronted by false hadith false hadiths caused millions scattered among us, look for followers of Ahlul Bayt in our time. They understand exactly pure hadith of the Prophet and even understand the meaning of the Qur'an implied and also mutashabihat verses, which have often been non Ahlulbayt dipelintirkan followers. Why are they capable of? Because they follow the direction companion Qur-an. How to?

Look in the state, why the Islamic Republic of Iran are friends with the countries of Latin America are non Moslem otherwise Saudi Arabia is hostile to the Islamic Republic of Iran but a close friendship with the Zionists and the US. Why Ahmadinejad friendly with Hogo Charves? Instead pe see also why US leaders Hugo Charves and hostile to Ahmadinejad but good friends with Arab kings? Why Ahmadinejad major problems with Zionist but be friends with Jews? (It should be underlined that every Jew is not necessarily Zionist tatapi every Zionist Jewish definitely). Why Hezbollah seeks to be the president of Lebanon led by non-Muslims and succeed? Why Ahok proven lead Belitung, Jakarta Islamic way but questioned without understanding the nature of surah al-Maidah, verse 51 not only but also even paragraphs 44, 45 and 47 ?.

Readers are noble. Heathen Allah stated in paragraphs 6 and 7 of surah Baqarah is Harbi infidel highly pure hate against Islam but friendly with false Islam. The reality is that many pagan who converted to Islam, is at odds with Baqarah verse above? What's wrong? Hence it is evident that we will not be able to understand the purpose of God in the Qur'an without following its companion. Companion Qur'an the first was the Prophet himself. After the 12 Imams appointed by God himself, where the priests are all studied only to father their own where sanadnya continued until the Messenger, except Imam Hassan and Hussein besides sit on their father, also sit on the Prophet, for they also live in the days of the Prophet saww. That is precisely the religion they never quarrel between the Imam Imam with others (see also Thaqalayn pure Hadith and Hadith Studies Doors).

If the above alinia we have seen, then we know that the infidels Jimmi. These were the ones likely to convert to Islam after witnessing the truth of our attitude of the Muslims the truth. They do not hate Islam and the Muslims, but they were hated by the heathen Harbi is cohesive with the Munafiqun. In this article I mentioned the word kafir to make the reader understand exactly what the problem is, but it should be underlined that in the association unethical society and state we call them infidels but call it as a non-Moslem.

Propessor was right when he said Islam advocated by non Moslem Waraqa bin Naufal wide and King Najasyi when followers of the Prophet migrated to Ethiopia. But still more moved again when the non Moslem Prophet saww when he helped the family and true friends, sequesters (dibekot) Quraysh in the valley of Abu Talib or Syi'it valley. While the «great friend» more were in town without doing anything for the freedom of the Prophet saww of the embargo. For continuation please look at the following http: http://achehkarbala.blogspot.no/2012/02/maaf-belum-ada-judulnya-yang-tepat-ii.html

In conclusion surah Al Maidah verse 51, first imposed on the Islamic state is not in a Muslim country (Analyze where the differences between Islamic countries and Muslim countries).

Both Maula there is intended as a friend. All three were banned God from pagan friends Harbi, not pagan Jimmi, implicit in this paragraph that we Muslims are prohibited predication friends or choose leaders who are hypocrites, hypocrites because it's the same with pagan Harbi (no kindness on their side). Fourth if Ahok not been caused misunderstand the verse, where the phenomenon of the type prohibited kepemimpinnya God, the people of Jakarta will choose another leader that "Muslims" but people were not led in Islamic. It has been proven in the history of Indonesia, where a handful of riotous living temporal suffering majority of the people live. Corruption and injustice flourish more entrenched where Alim alias false silence one language and they got the "Charity" in close collaboration with the despotic ruler. Muslim leaders but the truth is the best non-Moslem leaders who Jimmi much better than the leader of the "Muslim" (read fake Muslim)

Kamis, 24 November 2016

HADIST RASULULLAH SAWW, IMAM ALI DAN ABU DZAR GHIFARI




HADIST RASULULLAH SAWW, IMAM ALI DAN ABU 

DZAR GHIFARI


"Kata Rasulullah saww: "Kemiskinan akan membuat manusia menjadi kekafiran. Imam Ali menimpali, andaikata kemiskinan itu berbentuk makhluk akan kubunuh dia. Abu Dzar Ghifari melanjutkan, ketika kemiskinan masuk melalui pintu, Iman akan keluar mela lui jendela"

Dalam kontek ini kita bisa menganalisa persoalan Indonesia dan Acheh Sumatra, dimana sejak kawasan ini dikuasai Suharto  s/d Yudhoyono, mayoritas Rakyat Indonesia dan Acheh hidup dalam kondisi ekonomi yang morat-marit. Hanya segelintir rakyat yang hidup mewah dari usahanya sendiri  dan segahagiannya dari kedekatannya dengan penguasa yang despotic tadi.

Sebelum kemunculan Jokowi dan Ahok sepertinya Indonesia itu tidak ada harapan lagi untuk mengembalikan hak rakyatnya (baca kekayaan negara adalah milik rakyat yang akan dikembalikan manakala negara dipimpin oleh manusia Habil). Hal ini disebabkan bahwa korupsi sudah mendarah daging atau membudaya. Ini terindikasi bahwa Indonesia pra Jokowi – Ahok adalah termasuk negara yang despotic klas tinggi di Asia dan Afrika. Sayapun yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan terlalu lama rakyat menderita disuatu negara. Betapa kuatnya persekongkolan Fir’un, Karun, Hamman dan Bal’m di zaman pra Nabi Musa dan Harus as, namun aklhirnya runtuh juga via Musa dan Harun. Perlu kita garisbawahi bahwa kendatipun Fir’un cs sudah tenggelam dan mati di laut Merah, ideology mereka tetap hidup biarpun pada mulanya bergerak dibawah tanah. Kemunculan Samiri merupakan sinyal-sinyal kemunculan ideology Fir’un cs kembali. Demikian juga kemunculan «samiri-samiri» paska kewafatan Rasulullah saww, berlangsung terus sampai ke zaman kita sekarang ini.

Secara ideology, hanya ada dua kutup saja manusia yang saling bermusuhan di planet Bumi ini, kutub Qabil dan Habil. Bendera Qabil senantiasa diperagakan oleh manusia-manusia yang tidak berwawasan kemanusiaan sementara bendera Habil diperjuangkan oleh manusia-manusia yang berwawasan kemanusiaan.

Dari gambaran diatas realitanya sekarang di Indonesia dimunculkan Allah dua figur manusia yang berwawasan kemanusiaan dan mereka itu pintar, jujur, berani dan kawi, tidak mudah mengalah kepada manusia-manusia yang berwawasan Qabil yang telah begitu lama meninabobokkan rakyat jelata via alimpalsu (Para Bal’am). Justeru itu jangan heran kalau manusia-manusia kutup Qabil begitu gencar berdaya upaya agar Indonesia tetap berada dalam permainan politik kotor mereka, kendatipun anda lihat pakaian mereka mentreng-mentreng yang mereka peroleh dari hasil korupsi, baik korupsi biasa maupun korupsi yang legitimate.

Korupsi di Indonesia dulu pra Jokowi – Ahok, ada disemua lini lembaga pemerin tahan, bukan saja di badan Legislatif, yudikatif dan eksekutif tetapi juga lembaga-lembaga yang ikut melanggengkan kekuasaan manusia kutub Qabil, yaitu MUI dan ormas-ormas berkedok agama seperti FPI dan semacamnya.

Ketika Jokowi dan Ahok sadar akan tujuan kekuasan yang harus berpihak rakyat mayoritas, mereka mulai bersemayam dihati mayoritas rakyat Jakarta, sungguhpun belum meluas seluruh Nusantara, termasuk Acheh – Sumatra, masih banyak rakyat yang belum sadar akan wawasan kemanusiaannya. Justeru itu para koruptor kelas kakap berdaya upaya bagaimana cara agar rakyat terpropokasi bahwa Jokowi dan Ahok harus disingkirkan. Hal ini tidak obahnya seperti kaum yang tidak berdaya membuktikan bahwa pengikut Ahlulbayt bukan Islam, dengan cara mempropokasi bahwa mereka punya Qur-an yang berbeda. Kalau propokasi mereka semacam itu mampu mereka yakini rakyat mayoritas, berhasillah mereka menghancurkan komunitas pengikut Ahlulbayt macam di Sampang Dan belahan Bumi lainnya seperti di Timur Tengah yang sedang mulai membuka mata orang-orang yang mau berfikir secara ‘arif.

Justeru itu para koruptor kelas kakap memanfaatkan para Alim palsu disetiap lini pemerintahan untuk membuat propokasi murahan  bahwa Ahok telah menistakan agama Islam. Ironisnya yang benar-benar menistakan agama yang dilakukan dengan persekongkolan «Fir’un, Karun, Hamman dan Bal’am» di priode Suharto sampai Yudhoyono tidak nampak dalam pikiran mereka, kenapa? Sebab mereka adalah bahagian dari persekongkolan Fir-un, Karun, Hamman dan Bal’am.

Saat manusia kutub Qabil berkuasa di Indonesia dulu, Qabil-qabil di lembaga DPR (Dewan Penipu Rakyat) memilih presiden setiap priode yang telah ditetapkan. Lalu presidennya memilih menteri-menterinya dari Qabil-qabil yang ada di lembaga DPR, makanya rakyat dengan mudah mereka tipu. Kini ketika Jokowi jadi Presiden, terpaksa juga beliau pilih dari lembaga DPR untuk jabatan menteri-menterinya. Diantara mereka masih ada yang masih berpikiran Qabil hingga berdaya upaya untuk menghancurkan Pemerintah Jokowi secara intern. Ini adalah tugas Jokowi untuk membersihkan kabinetnya dari unsur-unsur bahaya laten tersebut.

Saat jokowi sedikit lambat membereskan kabinetnya, para manusia kutub Qabil macam Fadli Zon dengan lantang bersuara, mendiskreditkan Jokowi dan Ahok. Saya juga melihat Padli Zon ikut demo bersama Ketua FPI dan juga Amin Rais memberikan semangat kepada sebagian rakyat yang belum sadar. Fadli adalah wakil di DPR yang berarti kekuatan Qabil masih agak kuat di lembaga legislatif priode Jokowi – Ahok ini. Untungnya PDIP dan Nasdem sudah sadar untuk memiliki wawasan kemanusiaan via memihak rakyat jelata dibawah pimpinan Jokowi – Ahok. Adapun Golkar sebagai kenderaan Suharto yang mampu mempermainkan DR Amin Rais pasca Referendumnya dulu, masih kita ragukan sepakter
jangnya.

Berbicara Golkar, terbawa nama Amin Rais yang mampu melengserkan Raja koruptor tersebut. Namun kesalahan mutlak Amin adalah ketidakmantapannya ideology Islam dalam bereferendum. Semestinya suharto dan kenderaan politiknya harus ikut dilengserkan, hingga Indonesia benar-benar bebas dari sepakterjang manusia-manusia kutub qabil. Akibat kelengahan Amin, percuma saja kejatuhan Suharto, rakyat jelata tetap saja hidup morat-marit dibawah kekuasaan presiden-presiden berikutnya.


Semoga orang-orang yang kita sebutkan masuk perangkap manusia qabil sadar untuk memperbaiki jati dirinya (bertaubat) bukan malah menganggap kita telah menyakiti hati mereka. Kita melihat sudah banyak pihak yang sudah sadar macam tentara dan polisi. Kalau tentara dan polisi sudah berwawasan kemanusiaan, merupakan sinyal-sinyal bahwa Rakyat Indonesia secara mayority akan mendapat “angin segar” di bawah kepemimpinan Jokowi – Ahok. Semoga kekuasaan "qabil" benar-benar berakhir di Nusantara ini dan berganti dengan kepemimpinan "Habil”

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp 

di Acheh - Sumatra



HADIST  RASULULLAH SAWW, IMAM ALI AND ABU

DZAR GHIFARI



"Prophet saww said:" Poverty will lead people into disbelief. Imam Ali replied, suppose the poverty that shaped creature I'd kill him. Abu Dhar Ghifari continue, when poverty in through the door, Faith will go out the window lui mela "

In this context we can analyze issues and Acheh Sumatra Indonesia, where since the region controlled by Suharto s / d Yudhoyono, Indonesia and Acheh majority of the people live in conditions of economic helter-skelter. Only a handful of people who live in luxury on his own account and segahagiannya of its proximity to the despotic rulers earlier.

Before the emergence of Indonesia Jokowi and Ahok seems that there is no hope to restore the rights of its people (read wealth of the country belongs to the people that will be returned when the country was led by a man Abel). This is due that corruption is ingrained or entrenched. This indicated that the Indonesian pre Jokowi - Ahok is including high class despotic countries in Asia and Africa. I became confident that God will not let the people suffer for too long in a country. Fir'un how powerful conspiracy, Karun, Hamman and Bal'm in pre Prophet Musa and Should axles, but also via aklhirnya collapse of Moses and Aaron. We need to underline that although Fir'un cs already drowned and dead in the Red Sea, their ideology remains alive even if at first moves under the ground. Occurrences he brought an ideology emergence signals cs Fir'un back. Likewise, the emergence of «Samiri-Samiri» post kewafatan Prophet saww, continued right up to our own time.

Ideologically, there are only two poles only hostile humans on planet Earth, the poles of Cain and Abel. Qabil flag is always performed by humans who did not sound temporary humanitarian Habil flag championed by human beings sound human.

From the above description of the reality of God present in Indonesia raised two human figures minded humanity, and they are smart, honest, brave and Kawi, do not easily succumb to humans insightful Qabil that has so long lull it to sleep rabble via alimpalsu (Para Balaam ). Indeed, do not be surprised if humans kutup Qabil so intense that Indonesia endeavored to remain in their dirty political game, even though you see their clothes mentreng-mentreng they gain from the proceeds of corruption, both ordinary corruption and corruption is legitimate.

Corruption in Indonesia first pre Jokowi - Ahok, there are all lines agency Government of Pakistan hold, not only in the body of the legislative, judicial and executive branches but also institutions that participate perpetuate human power poles Qabil, the MUI and mass organizations under the guise of religion such as the FPI and the like ,

When Jokowi and Ahok aware of the purpose of power that must side of the majority, they began to dwell in the hearts of the majority of the people of Jakarta, although not yet widespread throughout the country, including Acheh - Sumatra, there are still many people are not yet aware of the insights of humanity. Indeed, it is the big-time corruptors endeavored to how well the people terpropokasi that Jokowi and Ahok be removed. It is not obahnya as the helpless Ahlulbayt not prove that the followers of Islam, in a way mempropokasi that they have a different Qur'an. If they sort of provocation that they believe capable of the majority, they destroy berhasillah Ahlulbayt wide community of followers in Sampang And the rest of the world such as in the Middle East are being started to open the eyes of people who are willing to think in 'wise.

Indeed, it is the big-time corruptors Alim utilize the false in every line of government to make cheap provocation that Ahok have outraged the Islamic religion. Ironically that is really an insult to religion do with conspiracy «Fir'un, Karun, Hamman and Balaam» in the period Suharto to Yudhoyono does not appear in their minds, why? Because they are the portion of the conspiracy Fir-un, Karun, Hamman and Balaam.


When humans pole Qabil power in Indonesia first, Cain-Cain in institutions DPR (Dewan Rakyat Swindler) to elect a president every predetermined period. Then the president chose his ministers from the Cain-Cain in Parliament institution, so people easily duped. Now when Jokowi be president, he was also forced to select from Parliament to institute the post of ministers. Among them there are those who still think Cain to make an effort to destroy the Government Jokowi internally. It is the duty Jokowi to clean the cabinet of the elements of the latent danger.

When jokowi little slow clearing his cabinet, the pole man Qabil kinds Fadli Zon with vocal, discredit Jokowi and Ahok. I also saw Padli Zon joined demos with FPI Chairman Amien Rais and also to encourage the majority of the people are not yet aware of. Fadli is a representative in the House, which means the power of Cain still rather strong in the legislature period Jokowi - this Ahok. Fortunately PDIP and Nasdem already aware to have an insight of humanity via sided with the rabble led by Jokowi - Ahok. As Suharto's Golkar as a vehicle that is capable of rendering DR Amin Rais after the first referendum, still we doubt sepakter
jangnya.

Speaking Golkar, carried the name of Amin Rais, who is able to depose the corrupt king. However, the absolute error Amin is ketidakmantapannya Islamic ideology in bereferendum. Supposedly Suharto and his political vehicle must participate toppled, until Indonesia completely free of sepakterjang humans pole Qabil. As a result of inadvertence Amin, useless to the fall of Suharto, the masses still live under the rule of messy subsequent presidents.


May the people we mentioned in a trap human conscious Cain to correct his true identity (in repentance) rather than assume we have hurt them. We saw many kinds of parties are already aware of the army and police. If the army and police have been insightful humanity, are signals that the Indonesian people are mayority will get "fresh air" under the leadership of Jokowi - Ahok. May the power of "Cain" actually ended up in this archipelago and changed the leadership of "Abel"

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp


in Acheh - Sumatra

Sabtu, 15 Oktober 2016

PUISI PHILOSOFIS 4





NOL - NOL YANG MENGANGA 
by 
hsndwsp

Bismillaahirrahmaanirrahiim 



Hai manusia ambillah selembar kertas dan sebuah pena
Lalu goreskan nol nol nol
Kalau kertasnya habis carilah yang lainnya di pasar
Kalau di pasar juga habis, carilah di fabrik - fabrik kertas
Lanjutkan tugasmu:
nol nol nol

Kalau dawatnya habis carilah yang lainnya di pasar
Kalau dipasar juga habis, carilah di fabrik - fabrik dawat
Lanjutkan tugasmu
nol nol nol

Kalau engkau merasa lelah, istirahatlah sebentar
Mintakan Isterimu untuk melanjutkannya
Kalau Isterimu juga merasa lelah
Mintalah agar anak - anakmu untuk melanjutkannya
Kalau anak - anakmu juga merasa lelah
Engkau sendiri yang akan melanjutkannya
nol nol nol

Sudah berapa nol kah yang telah engkau gores
Sepuluh, seratus, seribu, sejuta, semilyar...
Tak terhitung banyaknya

Engkau telah menulis dari ufuk Timur ke ufuk Barat
Engkau telah menulis dari kecil hingga dewasa
Namun tulisanmu itu bukan apa - apa
Usahamu hanyalah nol - nol yang menganga

Taukah kamu apa sebabnya
Taukah kamu agar usahamu bermakna
Tancapkan angka satu di depannya
Sekarang saksikanlah

Sepuluh, seratus, seribu, sejuta dan seterusnya
Sekarang engkau telah menyaksikan
Usahamu bukan lagi nol - nol yang menganga

Dulu engkau lepung. tanah tembikar
Sesuap dimulut Ayahmu, sesuap dimulut Ibumu
Ayah dan Ibumu menikah

Partikel di sulbi Ayahmu
Partikel di tulang dada Ibumu
Partikel - partikel itu menyatu
Menjadi segumpal darah, segumpal daging
Engkau terbentuk

Sembilan bulan berlalu
Ibumu merasakan kesakitan
Kau pecahkan dinding telurmu
Engkau dilahirkan ke Dunia

Engkau menangis
Engkau tidak tau apa - apa
Engkau adalah seorang bocah

Tujuh belas tahun kemudian
Engkau mulai mengenal dunia
Engkau menjadi dewasa
Tapi engkau bukan apa - apa
Engkau adalah nol nol yang menganga

Tahukah engkau apa sebabnya
Tahukah engkau agar bermakna
Bersandarlah engkau pada yang satu
Tahukah kamu apakah yang satu itu
Itulah Allah pencipta Alam semesta

Jadilah dirimu sebagai Hussein atau Zainab Al Qubra
Kalau tidak, engkau adalah Yazid, nol nol yang menganga
Tak ada alternatif lainnya

Setiap harimu adalah 'Asyura
Setiab bulanmua adalah Muharram
Dan setiap tempatmu adalah Karbala

Seratus tahun berlalu
Engkau renta
Engkau kecemplung dalam perut bumi

Apakah engkau ganteng atau gepeng
Apakah engkau berbadan Kingkong atau Loyo
Tubuhmu menjadi santapan cacing - cacing tanah
Namun nyawamu menempuh liku-liku yang panjang
Syurga atau Neraka
.......................................

(hsndwsp)  

Acheh - Sumatra